THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Varia»WH Tangkap 8 Warga Sedang Makan di Terminal L300 Banda Aceh


WH Tangkap 8 Warga Sedang Makan di Terminal L300 Banda Aceh
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Senin, 06 Agustus 2012 14:38 WIB

Banda Aceh - Selama bulan puasa sudah beberapa kali menggerebek dan menangkap bagi yang tidak berpuasa dan berjualan nasi disiang hari. Hari ini Senin (6/8) WH Kota Banda Aceh kembali menangkap 8 orang yang sedang menyantap makanan di salah satu pertokoan di terminal L300 Banda Aceh.


Menurut penjelasan dari Kasatpol PP-WH diruang kerjanya. Penangkapan ini bermula dari informasi yang didapatkan dari masyarakat. Bahwa masyarakat melaporkan ada yang makan disiang hari di terminal L300. Dengan demikian WH dan Satpol PP

segera bergerak bertindak untuk menangkap palaku itu.

"Ini berawal dari laporan masyarakat bahwa ada sopir L300 yang lagi makan minum," jelas Kasatpol PP-WH Fadhil Se

nin (6/

7) di dalam ruang kerjanya pada The Globe Journal.

Saat disinggung hukuman apa yang akan diberikan pada pelaku tersebut. Ia menjelaskan, mereka akan dibina dan diminta membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka. Bila ketemu kembali melakukan kesalahan yang sama, maka mereka akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Mereka kita bina dan setelah menandatangani surat perjanjian, , lalu mereka kita lepas kembali, karena mereka baru pertama tertangkap," jelas Fadhil.

Jelasnya kembali, selama ini partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam menegakkan Syari'at Islam di Aceh. Dimana ini ditandainya dengan banyaknya animo masyarakat melaporkan setiap ada pelaku pelanggaran.

Katanya lagi, ini suatu kebanggan bagi kita semua bahwa kesadaran masyarakat dalam menjalankan dan menegakkan Syari'at Islam di Aceh sudah semakin tumbuh kesadarannya. Dan, ini perlu kiranya terus dipertahankan untuk mengantisipasi banyak pelaku pelanggaran Syari'at.

"Ini patut kita apresiasi sudah tumbuhnya kesadaran dari masyarakat, karena ini sangat membantu tugas-tugas WH-Satpol PP yang memiliki keterbatasan," katanya.

Kesadaran itu, lanjutnya lagi, pada tahun yang lalu, ada banyak orang Muslim yang berjualan makanan di bulan puasa. Namun, puasa tahun ini tidak kita temukan yang Muslim berjualan. Kalau pun ada yang berjualan itu dilakukan oleh yang Non-Muslim. Meskipun ia tidak mengpungkiri ada yang Muslim ikut makan di warung tersebut.

Menurut penjelasan dari Fadhil, biasanya itu terjadi ketidak berdayaan pemilik warung yang Non-Muslim tersebut melarang oknum tertentu yang meminta makan disitu. Akuinya, mereka didatangi oleh oknum tertentu. Saat oknum itu meminta untuk diberikan nasi, maka pemilik warung tersebut tidak berani menolaknya.

"Saya katakan pada penjual nasi yang Non-Muslim itu, kalau ada yang mengaku oknum tertentu, segera sms saya biar kita sergap," kata Fadhil,lagi.

Memang, selama bulan puasa WH-Satpol PP tidak main-main dalam mengawasi palaku pelanggaran Syariat selama bulan puasa. Buktinya, mereka setiap harinya melakukan patroli ke seluruh tempat-tempat yang dicurigai sebagai upaya pengawasan yang dilakukan oleh WH-Satpol PP.

Namun, jelas Fadhil kembali, WH-Satpol PP memiliki keterbatasan dalam mengawasi semua tempat. Oleh karenanya seluruh komponen untuk sama-sama berpartisipasi mengawasinya. Terutama juga media masa untuk terus mengkhabarkan pada masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran Syari'at selama bulan puasa dan seterusnya.

"Media juga saya harap bisa membantu mengawasinya dan juga terus memberitakan untuk tidak melakukan pelanggaran Syari'at," jelasnya.(003)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close