
Aceh Utara- Akibat tingginya ombak laut hingga tiga meter lebih di perairan Aceh Utara, mengakibatkan para nelayan diwilayah itu untuk tidak melaut. Pasalnya, nelayan takut akan berdampak buruk dari tingginya gelombang pasang itu. Tak hanya itu, hal ini justeru membuat para pedagang ikan mengambil kesempatan untuk menaikkan harga penjualan ikan karena nelayan sedang tidak melaut.
"Nelayan sudah tiga hari tak melaut, jadi tidak ada ikan, dan kami para pedagang pun tidak ada stok. Sebagian ikan kami terima dari medan, untuk itu ikan dimahalkan dari harga sebelumnya,'' kata Syamsul, salah seorang pedagang ikan di pasar ikan Lhoksukon, Aceh Utara, yang sempat ditanyai The Globe Journal, Kamis (24/5).
Dirincikannya, untuk saat ini jenis harga ikan yang sedang melonjak yaitu ikan gembung berkisar 18.000 - 23.000 perkilogram, ikan tongkol 20.000 - 25.000, ikan regak 20.000. Sebelumnya, ikan gembung untuk perkilonya dijual dengan harga 8.000, tongkol 15.000, dan ikan regak 17.000. Namun tambahnya, harga ikan-ikan tersebut akan turun apabila nelayan sudah kembali melaut.
Sementara itu The Globe Journal yang menemui sejumlah nelayan di pesisir Lapang, Tanah Pasir, membenarkan bahwa mereka tak berani melaut akibat gelombang laut yang sedang pasang mencapai hingga tiga meter lebih. "kita sudah tiga hari tidak melaut termasuk dengan hari ini. Apabila gelombang pasang sudah tenang, maka kita akan kembali melaut seperti biasa untuk mencari ikan,'' kata Asnawi (47) salah seorang nelayan di Lapang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa perairan di Aceh Utara berstatus waspada, karena gelombang laut di pesisir wilayah itu mencapai hingga tiga meter lebih.
"kita imbau kepada nelayan untuk jangan melaut jika kondisi gelombang kian meninggi,'' sebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Drs. Iskandar Madjid. [003]
