
Kontrak Rio Ferdinand Diperpanjang Setahun
Wah, Pak Tarno Jajaki Fitri TropicaAceh Utara - Sejak lebaran pertama hingga hari ini lebaran ketiga, sejumlah lokasi wisata sejarah yang ada dikawasan Kabupaten Aceh Utara sepi dari pengunjung. Hal ini terjadi karena warga lebih memilih berkunjung ke tempat wisata seperti pantai, tempat pemandian, maupun taman.
Padahal, lebaran merupakan moment yang bermakna jika warga mengunjungi tempat bersejarah sambil berziarah.
Amatan The Globe Journal, Selasa (21/8), tempat bersejarah yang paling sepi pengunjung yaitu Makam Pang Lateh dan Makam Pang Nanggroe yang ada di Desa Pante, Kecamatan Lhoksukon; Makam Cut Nyak Meutia yang terletak di Desa Batu Ular, Kecamatan Cot Girek; rumah adat Cut Nyak Meutia yang terletak di Desa Pirak, Kecamatan Pirak; serta Makam Sultan Malikussaleh dan Makam Sultanah Nahrisyah yang terletak di Desa Beuringin, Kecamatan Samudera Pase.
Salah seorang penjaga makam Sultanah Nahrisyah, Sakdiah (31), mengatakan, lebaran kali ini tidak seperti lebaran tahun sebelumnya. Sejak H+1 lebaran sampai H+3 lebaran, hanya beberapa orang saja yang setia berziarah di makam tersebut.
"Saya sudah lima belas tahun sejak masa gadis mengurus makam ini. Dan baru lebaran inilah makam ini sepi pengunjung. Warga lebih memilih mandi di laut dan di waterboom serta di tempat wisata lainnya. Kalau tahun lalu, ada yang datang dari Malaysia dan Arab. Tapi kali ini, jangankan orang asing, warga lokal pun hanya beberapa orang saja yang berkunjung,'' ujar Sakdiah saat ditemui The Globe Journal.
Hal senada juga dikatakan oleh Yakob (75), yang merupakan juru kunci Makam Sultan Malikussaleh. "Sudah memasuki lebaran ketiga ini, namun pengunjung belum terlihat ramai. Hanya satu dan dua orang saja yang datang kemari, itupun hanya lihat-lihat makam saja sambil bertanya sejarah Malikussaleh. Kalau tahun lalu, hari lebaran pertama pengunjung sudah membludak. Tapi kali ini beda sekali,'' ujar Yakob singkat saat dimintai tanggapannya.
Tak hanya itu, Iskandar (63), Juru kunci Makam Pang Lateh dan Pang Nanggroe di Lhoksukon, juga mengatakan hal senada. "Meski lebaran, makam tersebut tampak biasa saja, tidak ramai pengunjung. Paling hanya satu atau dua orang saja. Bahkan, dihari biasanya, makam ini memang sepi pengunjung. Kadang dua minggu sekali baru datang pengunjung,'' ucap Iskandar.
[001]
Kamis, 23 Mei 2013 16:33 WIBPerpustakaan Inggris Koleksi Tulisan John Lennon