
JK Dukung Bantuan Langsung Sementara
Eyang Subur Diminta Ikuti Fatwa MUIBanda Aceh - Sehubungan dengan beredarnya pesan singkat (SMS) mengenai pembagian uang meugang menjelang Ramadhan 1433 H oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dan Wakil Gubenur Aceh, Muzakir Manaf. Ustaz Muzakir Hamid, Ajudan Gubernur, mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar.
Dalam SMS singkat tersebut yang seakan-akan bersumber dari Ajudan Gubernur itu disebutkan, "Dengan terpilih Gubernur dan Wakil Gubernur wakil dari partai Aceh sebagai kepala Pemerintahan Aceh, dengan ini kami beritahu kepada seluruh bangsa Aceh, kita akan mengadakan syukuran dengan pembagian daging meugang dan uang bumbu, khusus untuk masyarakat dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Aceh, harap segera datang ke kantor Gubernur untuk mengambil bantuan meugang sebanyak Rp. 800.000., per kepala keluarga (KK)"
Pesan singkat tersebut beredar dalam bahasa Aceh dan Indonesia. Efek dari penyebaran sms oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut, membuat gelombang masyarakat yang berdatangan ke kantor Gubernur Aceh semakin meningkat.
"Isu yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat merugikan Pemerintah Aceh dan masyarakat sendiri yang harus menghabiskan waktu dan uang untuk ongkos menuju Kantor Gubernur Aceh," kata Kabag Humas Pemerintah Aceh, Usamah El-Madny dalam rilisnya, Selasa (17/7).
Diharapkan masyarakat untuk lebih selektif dan berhati-hati terhadap isu yang beredar menyambut Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1433 mendatang. Kepada para pihak yang melakukan tindakan yang tidak bertanggungjawab tersebut, agar segera sadar dan menghentikan kegiatannya itu, karena akan merugikan banyak pihak.
Sesungguhnya Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan ZIKIR sangat memahami suasana bathiniah masyarakat Aceh menjelang hari meugang. Namun semua tindakan dan upaya serta bantuan yang akan diberikan tetap melewati mekanisme yang ada, sehingga tidak menjurus kepada tindakan melawan hukum.
[001]
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel