Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Situs Sejarah Pahlawan Aceh Cut Mutia Sepi Pengunjung


Situs Sejarah Pahlawan Aceh Cut Mutia Sepi Pengunjung
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Sabtu, 13 Oktober 2012 19:11 WIB

Aceh Utara - Rumah adat Aceh peninggalan sejarah Cut Nyak Meutia yang terletak di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Pirak, Aceh Utara mulai sepi pengunjung. Saat dikunjungi The Globe Journal, Sabtu (13/10/2012), hanya dua orang pengunjung terlihat di situs sejarah tersebut.

Idris (40), yang merupakan salah seorang penjaga rumah Cut Nyak Meutia, mengatakan, sejak tahun 2003, ia menjaga rumah tersebut. Namun ditahun 2012 malah jarang warga yang mengunjungi rumah ini.

"Saya perhatikan tahun 2012 ini, sangat jarang pengunjung yang datang. Apakah mereka sudah lupa bahwa ada peninggalan sejarah di Aceh Utara? padahal, Cut Mutia adalah mujahidah tanah rencong yang syahid dalam pertempuran dengan Belanda demi membela tanah air,'' kata Idris.

Sementara dua orang pengunjung tersebut, Amin dan Rezal, mengaku sering mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti rumah adat milik Cut Nyak Mutia maupun tempat sejarah lainnya.

Cut Nyak Mutia adalah pahlawan wanita nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 02 Mei 1984, dengan nomor 107-Tahun 1964.

Cut Nyak Mutia dilahirkan di Pirak, Aceh Utara pada tahun 1870, atau tiga tahun sebelum perang Aceh-Belanda meletus. Kemudian, suasana perang itu mempengaruhi hidupnya pada selanjutnya, sedangkan ayahnya adalah Ulee Balang Pirak yang bernama Teuku ben Daud.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close