THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Perempuan Singapura Berusia 30-34 Masih Melajang


Perempuan Singapura Berusia 30-34 Masih Melajang
Minggu, 12 Agustus 2012 12:12 WIB

Jakarta - Berbeda dengan Indonesia, rendahnya pertumbuhan penduduk menjadi masalah besar di Singapura. Tokoh senior Singapura, Lee Kuan Yew, menyatakan warga negara Singapura harus menikah dan memiliki anak bila mereka tidak ingin negeri itu gulung tikar.

Berbicara pada acara makan malam Hari Nasional untuk warga Tanjong Pagar GRC dan Tiong Bahru sebagaimana diberitakan Asia One, Minggu (12/8), Lee menegaskan, Singapura akan habis bila tidak ada warga asli yang tertinggal sebagai kelompok mayoritas. Kehadiran kaum migran, menurutnya, hanyalah solusi sementara.

Dia menuturkan, penduduk Singapura yang tidak menikah dan tidak memiliki anak telah menjadi "masalah sosial" meskipun gaya hidup seseorang dan menikah merupakan keputusan pribadi.

Dalam sambutannya, Mr Lee juga memaparkan tren demografis saat ini. Warga China memiliki angka kelahiran paling rendah pada 2011 pada angka 1,08. Bila ini terus terjadi, maka keberlanjutan generasi dari etnis terbesar di Singapura ini akan tinggal separuhnya saja pada 18 atau 20 tahun mendatang.

India memiliki angka kelahiran 1,09 sedangkan Melayu memiliki angka 1,64. Ketiga kelompok etnis tersebut memiliki tingkat kelahiran di bawah level yang diperlukan yaitu 2,1.

Lee juga menjelaskan bahwa sekitar 44 persen warga Singapura yang terdiri dari pria dan 31 persen wanita berusia 30-34 hidup melajang.

Sebagai informasi, jumlah penduduk Singapura berdasar sensus 2011 sebanyak 5.183.700 yang mana 2,91 juta di antaranya lahir di negeri mungil tersebut. Singapura memiliki pendapatan perkapita tertinggi ketiga di dunia. [005]

(www.detik.com)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close