THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Menham Kenya Tewas, Kaum Muslim Bersuka


Menham Kenya Tewas, Kaum Muslim Bersuka
Senin, 11 Juni 2012 08:34 WIB

Nairobi- Menteri Keamanan Dalam Negeri Kenya George Saitoti, seorang tokoh penting dalam perjuangan negaranya melawan gerilyawan Shebab Al Qaida di negara tetangga Somalia, tewas dalam kecelakaan helikopter Ahad.

Kematiannya dipuji oleh musuh-musuhnya di Shebab tetapi mereka tidak membuat pengakuan tanggung jawab atas kecelakaan itu, yang penyebabnya belum ditentukan.

"(Shebab) menyambut kematian menteri jahat yang atas otorisasinya  ribuan muslim menderita baik di Somalia dan di Kenya," kata kelompok itu dalam satu pesan di akun Twitter-nya.

Saitoti, 66 tahun, dan lima orang lainnya tewas ketika sebuah helikopter polisi terbang menurun di perbukitan  Ngong di luar ibu kota tak lama setelah lepas landas dari Bandara Wilson Nairobi.

Para korban lainnya adalah Yosua Orwa Ojode, asisten menteri untuk  keamanan internal, kedua pilot - termasuk seorang wanita - dan dua pengawal.

Presiden Mwai Kibaki dan Perdana Menteri Raila Odinga memberikan penghormatan kepada Saitoti, yang memainkan peran penting dalam kampanye melawan pemberontak Somalia, namun dipersalahkan karena serangkaian serangan teror dan penculikan di  Kenya.

 "Pemerintah akan menjamin penyelidikan menyeluruh" mengenai penyebab kecelakaan itu, kata Odinga kepada wartawan di lokasi kecelakaan.

Saitoti, yang berencana akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan untuk menggantikan Kibaki, sedang dalam perjalanan  menghadiri upacara keagamaan di Kenya barat ketika  Eurocopter-nya turun di hutan Kibuku pada sekitar pukul O8.30 waktu setempat.

"Kemungkinan besar kecelakaan itu disebabkan oleh cuaca buruk, karena kabut pada saat itu sedang turun," kata seorang perwira polisi yang terlibat dalam investigasi.

Sumber lain kepolisian Kenya telah menjelaskan pesawat yang  dilengkapi dengan peralatan canggih itu baru berumur lima bulan.

Seorang saksi, petani Ole Tolei, mengatakan bahwa ia melihat pesawat "terbang sangat rendah. Lalu turun tiba-tiba dan kami mendengar ledakan keras, dan kemudian terbakar."

Peran kementerian Saitoti sangat berarti karena ia mengendalikan investigasi utama negara, keamanan layanan intelijen nasional dan departemen investigasi kriminal.

Kenya mengirimkan ribuan pasukan ke Somalia selatan pada Oktober untuk menghadapi Shebab dan melindungi perbatasannya.  Saitoti membuat pengumuman publik pertama tentang invasi, dua hari penuh setelah pasukan Kenya melintasi perbatasan.

Angkatan Bersenjata Kenya sejak itu bergabung dengan Ethiopia dalam upaya mengusir kelompok Islam dari markas mereka di selatan dan tengah negara.

Saitoti  baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintah tidak akan takut oleh  "Teroris". [003-antara]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close