
Kontrak Rio Ferdinand Diperpanjang Setahun
Wah, Pak Tarno Jajaki Fitri TropicaWashington-Tidak hanya di bumi, gempa besar dan tsunami yang melanda Fukushima, Jepang, tahun lalu juga membawa malapetaka di langit, mengganggu elektron pada lapisan atas atmosfer.
Demikian menurut laporan dari badan antariksa Amerika Serikat atau NASA (National Aeronautics and Space Administration), belum lama ini.
Gelombang energi dari gempa dan tsunami yang menyebabkan kerusakan besar di bumi juga mencapai ionosfer, bagian atas atmosfer yang membentang dari ketinggian 50-500 mil di atas permukaan bumi.
Kantor berita Reuters menyebutkan bahwa menurut pantauan NASA, gempa dan tsunami selama 11 Maret 2011 memicu pergerakan elektron yang sangat tinggi. Pergerakan ini dimonitor dari hasil pelacakan sinyal GPS satelit yang diterima stasiun GPS di bumi.
Sebelumnya, sebagaimana dilansir Antara, para ilmuwan pernah melihat fenomena seperti ini pada saat tsunami di Samoa pada 2009 dan Chili pada 2010. [003-pelitaonline.com]
Kamis, 23 Mei 2013 16:33 WIBPerpustakaan Inggris Koleksi Tulisan John Lennon