
JK Dukung Bantuan Langsung Sementara
Eyang Subur Diminta Ikuti Fatwa MUIKuala Lumpur-Transformasi ekonomi Malaysia semakin diakui dunia setelah tingkat ekonominya berada di posisi ke-14 paling kompetitif di dunia, mendahului beberapa negara maju. Menurut Institute for Management Development (IMD) yang berbasis di Swiss, Malaysia menempati posisi tinggi dibandingkan Australia, Inggris, Korea Selatan, Cina dan Jepang.
"Malaysia memperkuat seluruh daya saingnya sehingga posisinya yang tahun lalu pada peringkat 16 naik menjadi peringkat 14," kata laporan IMD dalam satu surveinya terhadap 59 negara,yang mengukur sejauh mana negara dunia mengelola ekonomi dan sumber manusia untuk meningkatkan kemajuan.
Ranking ini menempatkan Malaysia di atas beberapa negara maju seperti Australia ( peringkat ke-15), Inggris (ke-18), Korea (ke-22), Cina (ke-23), Jepang (ke-27), Perancis (ke-29) , Thailand (ke-30), Indonesia (ke-42) dan Filipina (ke-43).
Menurut rangking IMD, 15 ekonomi paling kompetitif di dunia adalah Hong Kong, Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Swedia, Kanada, Taiwan, Norwegia, Jerman, Qatar, Belanda, Luksemburg, Denmark, Malaysia dan Australia.
Di kalangan negara dengan Keluaran Domestik Bruto (PDB) perkapita kurang dari AS $ 20.000, Malaysia mempertahankan posisi keduanya di kalangan 29 negara mengatasi Cina, Chile dan Thailand.
Di kalangan negara Asia Pasifik, Malaysia naik satu tangga ke posisi keempat setelah Hong Kong, Singapura dan Taiwan.
Menurut IMD, rangking daya saing "semua ekonomi Asia merosot selain Hong Kong (1), Malaysia (14) dan Korea (22).
Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Datuk Seri Mustapa Mohamed, dalam satu pernyataan, mengatakan perbaikan keseluruhan rangking Malaysia dalam survei IMD itu mencerminkan keberhasilan dari langkah yang diambil pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Mustapa mengatakan, daya saing Malaysia itu adalah hasil dari inisiatif berani dan inovatif yang diambil pemerintah tahun lalu untuk memacu pembangunan, pertumbuhan dan menciptakan sektor swasta.
Survei IMD itu menilai negara menurut kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan prasarana.
Malaysia mencatat peningkatan signifikan dalam kategori efisiensi bisnis yaitu posisi ke-6 dari ke-14 tahun lalu, dan kategori efisiensi pemerintah yaitu ke-13 dari ke-17.
Peningkatan rangking dicatat dalam subkategori efisiensi dan produktivitas bisnis, keuangan, peraturan bisnis dan kerangka kerja institusi sosial.
Dalam kategori kinerja ekonomi, meskipun Malaysia mempertahankan posisinya dalam 10 rangking utama, namun ia jatuh tiga poin dari peringkat ketujuh tahun lalu.
Ini disebabkan pertumbuhan pekerjaan yang perlahan dan kekhawatiran akan meningkatnya harga. Dalam kategori prasarana, rangking Malaysia naik sedikit ke posisi ke-26 dari 27. [003-sabili.co.id]
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel