Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Duh, Tujuh Penumpang Berdiri dalam Pesawat PIA Kerachi ke Madinah


Duh, Tujuh Penumpang Berdiri dalam Pesawat PIA Kerachi ke Madinah
Sabtu, 25 Februari 2017 10:08 WIB

Manajemen maskapai penerbangan Pakistan Internasional Airlines (PIA) tengah melakukan penyelidikan terkait tujuh penumpang yang dipaksa berdiri dalam penerbangan dari Karachi ke Madinah, Arab Saudi.

Padahal ketujuh penumpang itu sudah membeli tiket dalam penerbangan selama  empat jam pada 20 Januari lalu.

PIA tetap menaikkan penumpang ke pesawat dengan kode penerbangan PK-743 meski kursi sudah penuh terisi. Hal ini merupakan sebuah pelanggaran aturan keselamatan penerbangan.

Menurut sejumlah sumber, pihak manajemen, pilot, kru kabin senior, bagian penjualan tiket, dan para staf lainnya saling menyalahkan terkait insiden memalukan itu.

Pesawat Boeing 777 itu memiliki kursi untuk 409 orang penumpang, tetapi akibat sebuah kelalaian PIA menjual tiket untuk 416 penumpang.

"Masalah ini masih dalam penyelidikan dan siapapun yang bersalah akan terkena sanksi," ujar juru bicara PIA Danyal Gilani kepada harian The Express Tribune.

Sementara itu, Kapten Anwer Adil yang menerbangkan pesawat itu pada 20 Januari mencoba membela diri dalam masalah ini.

"Setelah tinggal landas, saya keluar dari kokpit dan kru senior memberi informasi ada penumpang tambahan yang dimasukkan oleh staf darat," ujar Adil.

Adil mengatakan, para penumpang tambahan itu memang menolak kursi tambahan saat check-in di bandara Karachi.

"Bagian pendaftaran penumpang tidak memberi tahu adanya penumpang tambahan sebelum pintu pesawat ditutup. Jadi setelah take-off, saya tak mungkin lagi kembali ke Karachi," tambah Adil.

"Sebab jika saya harus segera kembali ke bandara maka saya harus membuang banyak bahan bakar dan itu tak disukai manajemen," Adil menegaskan.

Adil melanjutkan, sebenarnya kru kabin senior yang memastikan bahwa jumlah penumpang sesuai dengan dokumen penerbangan.

"Dan jika ada penumpang tambahan dia seharusnya tidak menerimanya. Dia seharusnya tidak menutup pintu saat jumlah penumpang tak sesuai dengan dokumen," lanjut Adil.

Para staf di bandara juga harus bertanggung jawab karena mereka harus memastikan hanya penumpang yang sudah terdaftar dalam dokumen yang bisa naik ke dalam pesawat.

 

KOMPAS






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close