Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Varia»Di Prancis, Siswa Muslim dan Yahudi Dipasang Cakram Merah Saat Makan Siang


Di Prancis, Siswa Muslim dan Yahudi Dipasang Cakram Merah Saat Makan Siang
Senin, 28 September 2015 09:26 WIB

AUXERRE - Sebuah sekolah di Prancis menuai kemarahan masyarakat Islam dan Yahudi. Pasalnya, murid-murid Muslim dan Yahudi dipaksa mengenakan cakram berwarna merah di leher ketika jam makan siang di kantin.

Pihak sekolah mengungkapkan, benda yang dipasang di leher murid itu menandakan bahwa mereka tidak akan disajikan makanan mengandung babi. Sekolah dasar Piedalloues di Auxerre, Burgundy menerapkan aturan memberikan cakram berwarna merah bagi murid yang tidak memakan babi dan cakram kuning bagi murid yang tidak makan daging.

Penerapan aturan tersebut menuai kemarahan wali murid beserta tokoh masyarakat. Masyarakat Yahudi bahkan mengatakan penggunaan hal-hal semacam itu hanya mengingatkan mereka ketika Nazi berkuasa. ”Hal ini harus ditentang, ini hanya mengingatkan kita kepada era gelap,” ujar tokoh masyarakat Yahudi Malika Ounès seperti dilansir dari the Telegraph.

Direktur komunikasi kantor wali kota setempat, Christian Sautier menyesali penerapan aturan itu. Menurutnya, tidak ada yang berhak melakukan diskriminasi semacam itu kepada anak-anak. Ia menilai aturan itu langsung diberikan kepada petugas kantin tanpa meminta persetujuan otoritas lokal. ”Kita sudah mempelajari itu, wali kota akan mengadakan penyelidikan,” ujarnya.

Penyajian makanan alternatif tanpa mengandung babi bagi murid sekolah tergolong isu sensitif di Prancis. Pasalnya, kubu sayap kanan menentang keras praktek seperti itu. Pemimpin kelompok sayap kanan, Marine Le Pen menuai kontroversi setelah mencoba menghentikan penyajian makanan non-babi di kantin-kantin sekolah. Bahkan, mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berada di kubu yang menentang penyajian makanan non-babi. I ROL






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close