Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Jalan-Jalan»Tembok Besar Tingkok, Bukti Peradaban dan Seni Kualitas Tinggi


Tembok Besar Tingkok, Bukti Peradaban dan Seni Kualitas Tinggi
Al Zuhri I Citizen Journalist
Jum`at, 18 September 2015 12:10 WIB

Enam Agustus lalu menghantarkan saya sampai di The Great Wall of Badaling (Tembok Besar Tiongkok). Seperti orang-orang bilang, kalau sudah ke Tiongkok tak afdal kalau belum sampai ke tembok besarnya. Saya pun terbawa arus dengan ungkapan tersebut.

The Great Wall of Badaling terletak di Yanqing County, Beijing, Ibu kotanya Tiongkok. Sebenarnya untuk mencapai The Great Wall sekarang bisa melalui beberapa titik. Bisa melalui Badaling, Mutianyu, dan Simantai. Namun, dari ke tiga lokasi ini Badaling-lah yang amat ramai dikunjungi para wisatawan termasuk saya. Apalagi saat-saat holiday tiba, kita akan melihat lautan manusia berjalan di atas tembok besar ini. Begitulah sangking ramainya.

Kita bisa pula mencapai The Great Wall melalui kota-kota lainnya di utara dan barat Tiongkok. Dikarenakan bangunan tembok besar ini juga melintasi beberapa wilayah lainnya di Tiongkok. Salah satu ujung tembok besar ini berada di sebelah barat Tiongkok, yakni di Top Lake. Ujung lainnya terletak di bagian timur, tepatnya di Shanhaiguan (Shanhai Pass) dekat Kota Qinhuangdao, propinsi Hebei.

Tembok besar ini dalam bahasa mandarin disebut Changcheng dan itu juga menjadi sebutan sehari-hari di sini. Masterpiece ini dibangun berliku-liku mengikuti alur puncak perbukitan dan pegunungan. Sejauh mata memandang, pemandangan indah tembok besar nan kokoh ini masih terus dapat kita lihat di sini. Keindahannya tercermin pada kemegahan, kekuatan, dan kebesarannya.

Dulunya tembok besar ini digunakan sebagai benteng pertahanan untuk menjaga teritorial Tiongkok dari gangguan musuh, khususnya di bagian utara Negeri Tirai Bambu ketika itu. Sedang kini seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi wisata dan bukti sejarah kebanggaan masyarakat di sana. Sudah banyak nyawa, harta, dan tenaga yang dihabiskan untuk pembuatannya. UNESCO-pun menyatakan tembok besar ini sebagai situs warisan dunia pada tahun 1987.

Di tembok besar yang juga masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia ini, memiliki benteng atau menara api pada setiap sektornya. Menara ini dulu difungsikan untuk menyimpan senjata dan bahan pangan. Juga dimanfaatkan untuk tempat beristirahat bagi prajurit pada waktu genjatan senjata. Sekaligus merupakan benteng pertahanan untuk menangkal serangan musuh pada waktu perang. Begitu diketahui adanya agresi musuh, di menara ini akan dinyalakan api jika itu terjadi di malam hari, dan asap pada siang hari. Sehingga kabar tentang serangan musuh dapat tersebar ke pelosok negeri dalam waktu singkat.

Dari kota Beijing maka terlebih dahulu kita harus mencapai stasiun Deshengmen, dan dari sinilah kita baru memulai perjalan awal ke The Great Wall of Badaling. Sesampai di Deshengmen kita akan ditawarkan dua pilihan transportasi, apakah ingin menaiki mobil sewaan atau bus khusus dengan nomor 877 yang memang diperuntukkan untuk  menuju Badaling. Kenyataannya menaiki bus lebih murah dibandingkan mobil sewaan, hanya 12 RMB (± Rp.24) perorangnya.

Matahari yang terik dan jalan menanjak sepertinya bukan halangan bagi para wisatawan untuk memantapkan perjalanan. Bagaimana tidak, kian waktu berganti kerumunan orang tidak tampak berkurang, malah bertambah di sepanjang jalannya. Untungnya hari saya kesana udara tidak panas, walaupun sekarang di sini sedang melewati musim panas.

Sebelum memulai langkah mendaki The Geat Wall, terlebih dahulu kita diharuskan membeli tiket masuk. Saya bertanya pada petugasnya apakah bisa menggunakan kartu pelajar. Hal ini saya lakukan dengan maksud untuk memperoleh harga miring. Di tempat-tempat wisata di sini, pembelian tiket masuk jika menggunakan kartu pelajar yang menerangkan kita sebagai seorang pelajar dari kampus-kampus tertentu di Tiongkok, maka kita akan memperoleh potongan harga yang fantastis.

Saat pembelian ini terjadi, ada cerita lucu yang saya alami. Sebenarnya kartu pelajar saya sudah mati untuk semester ini, karena belum saya lakukan perpanjangan. Untungnya petugasnya tidak begitu detail memperhatikannya. Sayapun memperoleh harga tiket seharga 20 RMB (± Rp.40), yang seharusnya 60 RMB (± Rp.120). Lumayankan sisanya bisa disimpan untuk perjalanan selanjutnya. Di The Great Wall juga tersedia souvenir-souvernir jika berniat ingin dibawa pulang. Mulai dari jenis makanan, minuman, pakaian, dan berbagai jenis souvenir lainnya.

Pulangnya, saya sangat kaget karena tidak menyangka antrian bisa meledak seperti yang sedang saya lihat. Begitu panjang antrian orang-orang yang ingin menaiki bus. Soalanya saya sudah membeli tiket menuju kota Tianjin, saya takut kelewatan jadwal kereta. Akhirnya saya akali semampunya. Untungnya ada satu keluarga di depan yang mengizinkan saya masuk di dalam barisan antrian mereka, yang seharusnya ini tidak boleh dilakukan karena memotong barisan antrian orang lain. Tapi ini terpaksa saya lakukan. Bus yang digunakan untuk kembalipun masih bernomor sama. Namun ada juga satu nomor lagi terlihat di sana. Alhamdulillah saya kembali dengan selamat dan tidak ketinggalan kereta.

Holiday seperti ini, ada banyak sekali memang wisatawan dalam dan luar negeri berbondong datang menghabiskan waktu holiday-nya di Beijing. Ada yang menggunakan jasa guide, ada juga ala backpacker seperti saya dan teman-teman. Beijing memang menyimpan banyak sejarah dan tempat wisata bagus. Moda transpotasinyapun ikut menyokong laju perwisataannya. []

Al Zuhri, Mahasiswa magister ilmu komunikasi di Huazhong University of Sceince and Technology (HUST)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close