Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Jalan-Jalan»Pesona Kota Air Tua Shanghai


Pesona Kota Air Tua Shanghai
Al-Zuhri I Mahasiswa program magister Huazhong University
Kamis, 15 Oktober 2015 11:11 WIB

SUATU waktu bila kita menjelajahi lokasi wisata Shanghai melalui website, pasti The Bund adalah tampilan wisata utama yang akan direkomendasikan untuk jadi pilihan. Karena memang tempat ini paling ramai dikunjungi para wisatawan dengan keelokan landskapnya yang aduhai. Pesona pemandangannya mampu menghipotis wisatawan lokal bahkan asing, untuk menjadikannya sebagai objek wisata utama bila berkunjung ke Shanghai. Juga menjadi salah satu alasan kenapa orang-orang datang ke Shanghai.

Sekilas pemandangan The Bund hampir sama dengan pemandangan lepas pantai yang ada di Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong. Walaupun di sana-sini ada sedikit perbedaan yang jelas. Namun begitu, masing-masing tempat ini memiliki kekhasan tersendiri bedasarkan penilaian masing-masing mata.

Shanghai masih menyimpan banyak objek wisata menarik lainnya selain The Bund. Hanya saja mungkin objek-objek wisata lainnya ini masih banyak belum terjamah oleh wisatawan asing. Entah karena tempatnya yang jauh atau masih belum begitu dikenal luas oleh para turis. Atau mungkin akses ke sananya yang masih terkendala. Sehingga jika ke Shanghai banyak dari wisatawan hanya merasakan landskap The Bund saja.

Bagi saya perjalanan seperti ini rasanya sedikit kurang nikmat, ibarat sayur kekurangan garam. Kita hanya mengetahui Shanghai lewat The Bund-nya saja. Padahal ada banyak tempat-tempat bagus lainnya yang siap menunggu kedatangan kita. Sehingga kata yang tepat untuk kondisi seperti ini mungkin adalah “Apalah arti perjalanan jauh ke Shanghai, jika hanya sampai di The Bund-nya saja”.

Ada wisata yang hampir terlewatkan di Shanghai, yaitu kota Air Tua. Di Tiongkok kota Air Tua ini dikenal dengan sebutan Shaojialou Ancient Town. Tempat ini terletak di kota Pujiang, distrik Minhang. Pada tahun 2005, bangunan Shaojialou terdaftar sebagai salah satu zona perlindungan sejarah dan budaya di Shanghai.

Orang-orang pribumi tidak pernah melewatkan objek wisata yang satu ini, jika berkesempatan berlibur ke Shanghai. Di objek wisata ini, kita bisa naik perahu kecil untuk berkeliling menikmati landskap di seputaran sungai. Tempat ini sungguh khas Tiongkok sekali, ini terlihat dari keelokan arsitektur bangunan-bangunan kunonya. Nuansa kota air yang teduh, tenang, dan sejuk.

Di sepanjang kawasan wisata ini tampak berjejer pedagang menjual barang khas Tiongkok. Mulai dari makanan, pakaian, teh, souvenir, dan lain sebagainya. Juga ada banyak orang menjual daging. Tampaknya itu adalah daging babi, tapi karena saya tidak berniat membeli atau sekedar basa-basi jadi saya melewatinya. Tempat ini jelas sekali nuansa pedesaannya. Dimana tidak terdapat gedung-gedung pencakar langit, tumpahan manusia, kemacetan, hiruk-pikuk perkotaan, atau jalan-jalan yang begitu lebar.

Awalnya saya tidak menduka tempat ini ternyata berada di dalam pedesaan, ketika bus yang saya naiki mulai masuk ke pelosok desa. Saya khawatir alamat yang saya pahami salah, sehingga saya menanyakan lagi kepada orang-orang yang ada di sekitar. Ternyata memang di sana tempatnya. Namun begitu, tetap banyak wisatawan berkunjung ke sini. Sebagian besar mereka berasal dari kota-kota lainnya yang ada di Tiongkok, hanya beberapa saja terlihat wisatawan asing ketika saya ke sana.

Untuk sampai ke kota Air Tua ini, jika kita mengawali perjalanan dari pusat kota Shanghai maka kita perlu menaiki MRT (Mass Rapid Transit). Tempat awal yang harus dituju adalah Shendu Highway Station. Sesampai di Shendu Highway Station, kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi atau bis. Karena hanya ada dua transportasi itu yang tampak tersedia di tempat ini, yang dapat menghantarkan kita mencapai kota Air Tua.

Setelah setengah jam perjalanan dengan bis dari Shendu Highway Station, akhirnya saya sampai di tempat tujuan. Untuk masuk ke objek wisata ini, bisa melalui pintu depan atau melalui jalan samping. Suasana kota Air Tua ini persis seperti suasana pedesaan pada umumnya. Jauh dari keramaian, penghuni nan sedikit, rumah-rumah nan sederhana, jalan kecil nan bersih, dan lahan perkebunan nan luas. Mungkin ini juga faktor karena banyak dari kaum mudanya lebih memilih untuk menetap atau berkerja di kota. Menurut saya, Shaojialou Ancient Town adalah pilihan yang tepat untuk merehatkan diri dari kesibukan dan kebisingan kota semasa kerja.

Penulis adalah Alumni Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry. Sekarang sedang mengambil program magister pada Huazhong University of Science and Technology, Tiongkok.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close