THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Jalan-Jalan»Kerapu Bakar Bertabur Bumbu Aceh


Kerapu Bakar Bertabur Bumbu Aceh
Jum`at, 21 September 2012 21:08 WIB

Jakarta - Sepiring ikan bakar berbalut bumbu kuning tebal menebarkan aroma gurih. Tampilannya sedikit berbeda dengan ikan bakar umumnya. Bumbu komplet khas Aceh membuat ikan bakar ini gurih sedap rasanya. Apalagi diiringi es timun yang segar legit. Ah, sedapnya! 

Seafood merupakan makanan yang tak pernah membosankan. Kelezatannya tak hanya tergantung dari kualitas dan kesegaran seafoodnya, melainkan juga cara mengolahnya dan perpaduan bumbu-bumbu yang digunakan. Seperti yang ditawarkan Bintang Aceh di kawasan barat Jakarta.

Restoran ini cukup luas dengan meja bundar dan persegi panjang dengan tatanan resto keluarga. Di sisi luar restoran, terdapat jejeran akuarium dan cool box berisi seafood segar maupun hidup. Semuanya diberi label harga, termasuk sayur mayur.

Pengunjung bebas memilih seafood sesuai selera sekaligus cara memasaknya. Harga yang harus dibayar tergantung dari harga jenis ikan dan beratnya. Bisa per ekor atau per 100 gram. Kalau tak mau repot, bisa juga tinggal duduk manis dan memilih menu yang tersedia.

Di restoran Bintang Aceh, terdapat sembilan jenis ikan laut dan air tawar seperti ikan kerapu dan gurami. Udang pancet, tiger, putih, dan galah tersedia di sini. Ada pula kerang kampak, batik, salju, kepa, kerang dara, cumi-cumi, dan kepiting.

Untuk cara memasaknya bisa memilih dibakar, digoreng, dikukus, digulai, hingga aneka saus. Ada saus tauco, tausi, mangga, Padang, X.O, Singapura, lada hitam, tiram, mayones, atau asam. Bisa juga disesuaikan dengan selera dan jenis seafood yang dipilih.

Selain seafood, ada pula macam-macam tumis sayuran, sup, serta ayam, tahu/tempe, atau nasi goreng. Untuk membilas dahaga, tak hanya ada teh dan soft drink, melainkan juga aneka jus, bir, dan es kelapa.

Berhubung nama restorannya Bintang Aceh, tak afdol rasanya jika tak memesan menu berbau Serambi Mekah. Jadilah kami memesan ikan kerapu bintang bakar Aceh (fresh: 10.800/100 gram) dan es timun serut (Rp 15.000). Menu lainnya yang kami pesan adalah kerang salju steam Hong Kong (Rp 8.800/100 gram), pucuk labu bawang putih (Rp 15.000), serta tahu dan tempe goreng (Rp 8.000/porsi).
Biaya masak di sini dihitung per kg makanan, yakni Rp 10.000.

Sepiring kerang salju yang berbentuk seperti belalai dibelah dua. Di atasnya terdapat taburan daun bawang dan cabai merah yang diiris memanjang, plus sepucuk daun ketumbar. Daging kerang yang kenyal gurih berpadu dengan manis asin dari kuahnya yang encer dan berwarna cokelat. Rasanya gurih sedikit pedas. Sedap!

Tentu makan seafood tak lengkap tanpa nasi. Di sini nasi dibedakan menjadi nasi paket plus lalapan (Rp 7.000) dan nasi ceplok (Rp 5.000). Lalapannya cukup lengkap, terdiri dari selada, potongan labu siam, wortel, mentimun, kol, dan kemangi.

Ikan bakar yang kami tunggu-tunggu akhirnya disajikan si atas piring oval. Ikan kerapu ini dibelah membujur menjadi dua. Dilumuri bumbu kuning yang pekat dan tebal. Sekilas mirip seperti pepes. Seiris jeruk nipis menemani hidangan ini. Wah, aroma gurih wangi rempahnya langsung tercium.

Sekali colek, langsung terlacak rasa asam yang kuat. Bisa jadi bumbunya menggunakan asam sunti khas Aceh selain santan dan kunyit yang membuat hidangan ini cukup gurih. Tanpa dikucuri air jeruk lagi, rasanya gurih asam dan enak. Apalagi bumbunya seakan meresap ke daging hingga tulang ikan. Diiringi dengan nasi putih, tumis pucuk labu dan tahu tempe goreng, komplet sedapnya.

Dimakan begitu saja ikan bakar sudah cukup enak. Jika mau yang lebih segar dan pedas, tambahkan sambal dabu-dabu lilang dan sambal terasi yang tersedia di meja. Wow, sambal terasinya pedas menggigit! Buat yang doyan pedas, kedua sambal ini bisa jadi pelengkap yang dahsyat! [005]

(www.detik.com)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close