
Aceh Utara- Untuk menghabiskan masa liburan yang masih panjang, masyarakat dari berbagai daerah di Aceh Utara memadati hiburan pasar malam yang berlangsung di Lapangan serba guna Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (23/5). Kebanyakan, pengunjungnya merupakan warga dari berbagai desa yang pelosok dan jauh dari jangkauan pemerintah.
Untuk menyaksikan hiburan tersebut, warga dari pelosok rela menyisihkan hasil pendapatan produksi pinang dan kakao, padi. Seperti misalnya salah seorang warga ini dari Desa Trieng Pantang, Mirna (29), ia sama sekali belum pernah melihat pasar malam yang dihiasi dengan permainan tong setan atau gocar maut.
"Saya sisihkan uang dari hasil penjualan pinang selama satu minggu. Karena penasaran apa itu tong setan,'' sebut Mirna malu-malu saat ditanyai The Globe Journal.
Hal senada juga disebut oleh warga Matang Sijuek Timu, Ridwan (31). Lelaki yang mengaku bekerja sebagai pencari kepiting ini juga berkata hal sama seperti Mirna.
"Saya menjual kepiting untuk menikmati hiburan pasar malam di Lhoksukon ini,'' ujar Ridwan dengan bahasa Aceh kepada The Globe Journal.
Amatan The Globe Journal di lokasi, sejak dibukanya pasar malam ini pekan lalu, Lhoksukon terus dipadati warga dari berbagai pelosok. [003]
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat