THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Jalan-Jalan»Demi Pasar Malam, Warga Aceh Utara Sisihkan Fulus


Demi Pasar Malam, Warga Aceh Utara Sisihkan Fulus
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Rabu, 23 Mei 2012 22:41 WIB

Aceh Utara- Untuk menghabiskan masa liburan yang masih panjang, masyarakat dari berbagai daerah di Aceh Utara memadati hiburan pasar malam yang berlangsung di Lapangan serba guna Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (23/5). Kebanyakan, pengunjungnya merupakan warga dari berbagai desa yang pelosok dan jauh dari jangkauan pemerintah.

Untuk menyaksikan hiburan tersebut, warga dari pelosok rela menyisihkan hasil pendapatan produksi pinang dan kakao, padi. Seperti misalnya salah seorang warga ini dari Desa Trieng Pantang, Mirna (29), ia sama sekali belum pernah melihat pasar malam yang dihiasi dengan permainan tong setan atau gocar maut.

"Saya sisihkan uang dari hasil penjualan pinang selama satu minggu. Karena penasaran apa itu tong setan,'' sebut Mirna malu-malu saat ditanyai The Globe Journal.

Hal senada juga disebut oleh warga Matang Sijuek Timu, Ridwan (31). Lelaki yang mengaku bekerja sebagai pencari kepiting ini juga berkata hal sama seperti Mirna.

"Saya menjual kepiting untuk menikmati hiburan pasar malam di Lhoksukon ini,'' ujar Ridwan dengan bahasa Aceh kepada The Globe Journal.

Amatan The Globe Journal di lokasi, sejak dibukanya pasar malam ini pekan lalu, Lhoksukon terus dipadati warga dari berbagai pelosok. [003]






    Muhajir Juli
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close