Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Jalan-Jalan»Azan Jumat Tiga Kali Ala Mazhab Malik


Azan Jumat Tiga Kali Ala Mazhab Malik
Muannif Ridwan I Citizen Reporter
Selasa, 28 Mei 2013 06:36 WIB

Maroko biasa dikenal dikalangan bangsa Arab dengan sebutan Maghrib (Negeri Matahari terbenam). Negeri yang pernah dijajah Perancis dan Spanyol ini menganut Mazhab Maliki, baik dalam berfiqih maupun ber-ushul.

Bahkan Amirul mukminin (julukan Raja Maroko) memfatwakan untuk mengikuti satu mazhab, yaitu Madzab Maliki. Namun masih ada juga sebagian masyarakatnya yang mengikuti Mazhab Ahmad bin Hanbal seperti yang tampak di masyarakat kota Tanger (Utara Maroko). 

Menurutku, wajarlah jika praktei-praktik peribadatan di negeri ini sangat jauh berbeda dengan apa yang kita lihat dan dilakukan mayoritas muslim di Indonesia, yang notabenenya menganut Mazhab Syafi’i. Salah satu contohnya adalah Adzan Jumat tiga kali. Dalam pandangan mazhab Maliki, adzan Jum’at itu dikumandangkan sebanyak tiga kali.
 
Mereka berpedoman kepada dua dalil dari hadits Nabi SAW. Yang pertama: Hadits yang diriwayatkan oleh Yazid Bin Sa’ib: Bahwasannya pada zaman Nabi, Abu Bakar dan Umar, Adzan Jumat itu cukup dikumandangkan saat Khotib duduk di atas mimbar.
 
Kemudian pada masa Utsman, adzan itu dikumandangkan sebanyak tiga kali karena jumlah jamaahnya semakin banyak. Yang kedua: Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Habib dalam kitab al Wadihah fis Sunan: Bahwa Nabi SAW. ketika telah masuk masjid langsung naik mimbar dan duduk, kemudian para muadzin yang berjumlah tiga orang langsung mengumandangkan adzan di atas menara secara bergantian. Ketika mereka selesai, Nabi langsung berdiri untuk memulai khutbahnya. Hal seperti ini dilakukan pada zaman Abu bakar dan Umar, kemudian pada zaman Utsman juga masih berlanjut seperti ini.

Sedangkan menurut Jumhur (Syafi’i, Hanafi, Hanbali, dll.), mereka sepakat dengan pendapat Utsman yaitu cukup dengan dua Adzan. Adapun menurut pendapat syeikh Ahmad bin Siddiq Al-Ghumari, beliau mengatakan bahwa tradisi adzan jum’at sebanyak tiga kali ketika khatib naik di atas mimbar itu merupakan perbuatan bid’ah mungkar/sesat yang seharusnya ditinggalkan.
 
Menurut beliau (Syeikh al-Ghumari), bahwa yang dimaksud dengan adzan yang ketiga dalam hadits Yazid ibn as-Sa’ib itu adalah iqamah, karena Iqamah itu dalam syar’i disebut adzan. Sebagaimana Nabi pernah mengatakan dalam sebuah hadiyms yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mughoffal, “Diantara setiap dua adzan itu sholat”. Jelas sekali dalam hadis tersebut bahwa adzan jum’at itu hanya dua kali.

Ibnu Rusyd mengomentari Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Habib, bahwasannya hadits tersebut tidak bisa dijadikan hujjah (dalil). Menurut beliau, “Hadits-hadits yang diriwayatkannya itu da’if (lemah kualitasnya) menurut para ahli hadits, apalagi ketika ia sendiri dalam meriwayatkannya”.

Selain itu, masih banyak beberapa praktek fiqih maliki yang sangat menarik bagi saya, yaitu ketika saya melihat bagaimana orang maroko bisa berwudlu hanya dengan air satu gelas. Apalagi kalau bertayamum, mereka hanya menggunakan sebuah batu sebesar buah kedondong, dengan cukup menggosok-gosokkannya ke muka dan pergelangan tangan.

Yang lebih mantap lagi, yaitu seorang khotib Jumat yang diperbolehkan minum saat berkhutbah. Dan masih banyak lagi tentunya fenomena-fenomena tentang penerapan fiqih Maliki seperti ini, yang mungkin dianggap “aneh” oleh sebagian kita, bagi mereka yang biasa mempraktekkan fiqih Syafi’i. Bahkan barangkali kita bisa “dikafirkan” oleh sebagian masyarakat kita, ketika kita hendak mengamalkan pratek peribadatan seperti ini. Wallahu A’lam.

Tanger, 26 Mei 2013
Mahasiswa Jurusan Islamic Studies di Univ. Imam Nafie, Tanger-Maroko (Republika)






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close