THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Teknologi»Runtuhnya Peringkat Nokia


Runtuhnya Peringkat Nokia
Muhammad
Rabu, 18 April 2012 11:07 WIB

Jakarta - Nokia mengumumkan penurunan kritis penjualannya pada kuartal pertama (Q1) 2012, 11 April lalu. Penjualan ponsel merosot 16 persen dibanding Q1 2011. Pendapatan ponsel jatuh hingga 35 persen dibanding tahun lalu.

Perkembangan ini tidak biasa. Pemberi peringkat kelas dunia, Moody's Investor Services memotong peringkat Nokia dari Baa2 menjadi Baa3. Performa perusahaan asal Finlandia ini tercatat menjadi yang paling buruk dalam 15 tahun terakhir.

Moody's percaya tantangan struktural yang dihadapi segmen ponsel Nokia tidak mudah dihadapi. Keuntungan pasar saham malah dicatat oleh pembuat ponsel yang sangat low-end atau promosi ponsel baru oleh operator Cina.

Penurunan tajam ini menjadi perhatian khusus mengingat ponsel Nokia masih menjadi pendapatan inti untuk grup Nokia pada 2011. Segmen ponsel memberikan kontribusi EUR1,5 miliar dengan keuntungan EUR1,8 miliar.

Transisi Nokia dari smartphone berbasis Symbian ke Windows Phone berbasis Lumia memberikan tantangan lebih lebih. Penjualan smartphone Symbian menurun tajam dengan cepat, sementara penjualan Lumia merangkak naik perlahan.

Rating Baa3 untuk Nokia menunjukkan ekspektasi rendah Moody's terhadap penjualan Lumia. Peletakkan harga dan dukungan pemasaran menjadikan Lumia dapat diterima pasar pada posisi ketiga sistem smartphone setelah Android milik Google dan iOS dari Apple.

Moody's berharap keuntungan mampu mendorong segmen ponsel Nokia dan menekan migrasi dari smartphone low-end ke kategori ponsel berfitur yang akan terus berlanjut. Nokia lebih bergantung pada segmen smartphone dari seri Lumia untuk mengurangi diversifikasi pendapatan grup perusahaan.

Dalam catatan Moody's, Nokia telah mempertahankan posisi likuiditas dan struktur modal yang kuat. Manajemen perusahaan menunjukkan kas dan surat berharga sebesar EUR 9,8 miliar, sekitar dua kali utang pada akhir Maret 2012.

Nokia menutup kuartal pertama 2012 dengan EUR4,9 miliar dari kas bersih yang dilaporkan. Setelah menghasilkan lebih dari EUR500 juta dalam kuartal keempat 2011, Nokia mengkonsumsi hampir EUR700 juta pada kuartal pertama 2012, terkait modal kerja, tapi ini bergantung pada stabilisasi pendapatan di Cina. Untuk kebutuhan likuiditas, Nokia juga memiliki fasilitas kredit EUR1.5 miliar yang jatuh tempo pada 2016 tanpa pembatasan keuangan.

Penyebab turun rating

Peringkat Baa3 Nokia membawa pandangan negatif berdasarkan visibilitas kinerja rendah yang berasal dari tekanan pasar serta transisi produk. Moody's mempertimbangkan penurunan rating di bawah tingkat investasi apabila ada bukti portofolio produk Lumia gagal meraih momentum, misalnya dengan lambatnya pertambahan konsumen.

Alasan lain karena margin operasi non-IFRS (International Financial Reporting Standards) untuk perangkat dan layanan menurun hingga di bawah -3 persen dan gagal pulih pada paruh kedua 2012. Konsumsi dana berlanjut pada level tinggi tanpa pengurangan material melampaui kuartal berikutnya.

Menilik dari rating negatif, potensi Nokia untuk bangkit masih terbatas. Peningkatan rating dapat terjadi ketika Windows menjadi pesaing utama perangkat berbasis Android. Pendapatan grup mulai tumbuh dan menunjukkan keuntungan mencapai persen angka tinggi tunggal juga dapat menolong. Moody's menuntut setidaknya 1 persen disesuaikan dengan hasil akhir 2011.

Untuk meraih stabilitas, seri Lumia perlu membuktikan dengan perolehan pangsa pasar yang besar dan kembali fokus ke segmen smartphone untuk laba usaha non-IFRS. Segmen ponsel harus stabil dalam penjualan dan volume keuntungan balik dengan kontribusi dua digit. Konsumsi tunai perlu dikurangi ke tingkat marjinal.

Nokia sebagai produsen ponsel pernah jaya menguasai sekitar sepertiga pasar global. Seharusnya Nokia bertemu Lumia lebih cepat.(004-vivanews)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close