Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Teknologi»Ini Dia Mesin Pembuat Burung dari DKI


Ini Dia Mesin Pembuat Burung dari DKI
Sabtu, 10 Oktober 2015 22:40 WIB

Arena Gelar Karya Teknologi Tepat Guna (TTG) semakin ramai dikunjungi warga. Kabar tentang adanya mesin "pembuat burung" membuat warga penasaran. Setelah didekati, mesin ini tak lain adalah mesin penetas telur berteknologi sederahana yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

Mesin itu bisa menetaskan telur ayam, bebek dan burung puyuh tanpa dierami sang induk. Bentuknya yang sederhana dan harganya yang terjangkau membuat mesin ini diminati para peternak skala menegah ke bawah.

"Kalau mau membuat masyarakat dekat dengan teknologi, kita harus bisa menciptakan teknologi sederhana dan bisa dimanfaatkan warga desa. Warga desa tak akan mampu mengendalikan mesin dengan teknologi canggih, karena biaya operasionalnya mahal sekali," kata Ismail Sidi, pencipta mesin penetas telur asal DKI Jakarta yang berpartisipasi dalam arena Gelar Karya TTG di Banda Aceh, Sabtu (10/10/2015).

Uniknya, mesin tetas telur ini, selain diciptakan otomatis, juga dilengkapi dengan teropong telur alias alat USG (ultra Sonografi) untuk melihat apakah telur akan bisa menetas dengan baik atau tidak.

"Nah, teropong ini akan sangat membantu para peternak, sehingga dia tahu mana telur yang akan menetas atau tidak, jika telur tidak bisa menetas segera bisa disingkirkan dan digantikan dengan telur yang lain," ungkap Ismail.

"Nah, masuk telur, keluarnya bisa jadi burung seru Ismail di tengah-tengah pegunjung yang menyaksikan mesin pembuat burung itu sambil tertawa dan disambut gelak riuh pengunjung.

Pentingnya menggalakkan teknologi tepat guna bagi masyarakat khususnya di pedesaan juga diamini oleh Wirianus Beslar, penemu mesin potong ubi kayuh tangan.

Laki-laki asal Toraja ini juga mengatakan demi meningkatkan kesejahteraan para petani di desa, hendaknya para warga desa harus didekatkan dengan teknologi yang bisa dioperasionalkan langsung oleh masyarakat.

"Selain harganya murah, menggunakannya pun mudah, dan mampu dijangkau oleh masyarakat," ujar Wirianus, saat mengenalkan mesin pemotong ubi dan pisang kepada pengunjung.

Sebanyak 33 provinsi di Indonesia hadir dalam arena pameran TTG yang dihelat di Banda Aceh. Aneka temuan warga pun dipamerkan di stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.

KOMPAS






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close