THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Teknologi»Gram Audio Family, Perkenalkan Pembuatan Musik Digital


Gram Audio Family, Perkenalkan Pembuatan Musik Digital
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Senin, 04 Juni 2012 19:16 WIB

Banda Aceh - Perkembangan Informasi Teknologi sekarang semakin pesat, apa lagi Aceh sudah sangat dekat dengan segala kecangihan teknologi. Ada saja yang bisa diolah dengan kecanggihan dunia saat ini. Menariknya, semakin canggih teknologi saat ini semakin memudahkan dalam hal pembuatan sesuatu. Demikian juga dalam pemanfaatan teknologi yang lebih berguna kearah yang lebih positif.

Bagi pencinta musik saat ini tidak perlu harus mengeluarkan kocek banyak lagi dalam menyalurkan hobinya. Ditengah-tengah dunia semakin canggih, music pun saat ini bisa dibuat dengan teknologi digital. Sehingga siapapun bisa membuat lagu sendiri tanpa harus mengeluarkan dana yang besar.

Komunitas Gram Audio Family (GAF) telah membuktikan bermusik itu tidak perlu harus mengeluarkan biaya yang mahal. Cukup hanya bermodal kemauan yang kuat serta berani mencoba tidak perlu takut salah. “Bukan gak bisa membuat music digital, tapi harus terus mencoba dan jangan takut salah,”jelas Ketua GAF Aceh Yopie FR pada diskusi yang bertemakan Bermain Dengan Musik Digital Senin (4/6) di Pameran NICE 2012 Gedung Tgk Chik Ditiro.

Lanjutnya lagi, pembuatan musik dengan program Fruity Loop-Studio (FL-Studio) bisa menekan cost produksi yang sangat besar. Selama ini biaya produksi pembuatan satu lagu sangat mahal, namun dengan menggunakan Program FL-Studio hanya bermodalkan maksimal Rp.100.00.

“Biaya tersebut hanya untuk biaya rekaman di studio,” jelas Yopie yang nama sandi di Musik Hip Hop sering dipanggil FR.

Komunitas Hip Hop juga dalam seminar tersebut menampilkan beberapa lagu andalannya dihadapan seluruh para pengunjung Pameran NICE 2012 yang telah memasuki hari ke empat. Pengunjung dibuat terkesima dengan penampilan anak-anak asuhan Yopie yang markasnya di Taman Siswa. Sedikitnya ada tiga lagu yang dibawakan membuat seluruh pengunjung menggerak-gerakan angggota tubuhnya mengikuti alunan music hip hop itu.

“Kami telah manggung sampai keluar kota seperti di Medan,”jelas Yopie.

Selain menampilkan beberapa lagu andalannya seperti lagu “Facebook” yang liriknya dalam bahasa Aceh, panitia juga membagi-bagikan hadiah pada setiap pengunjung yang mengajukan pertanyaan.”Yang mau mengajukan pertanyaan akan diberikan CD Gratis yang isinya koleksi lagu-lagu GAF,”kata MC dalam diskusi tersebut.

Kembali Yopie mengatakan dalam diskusi yang di fasilitasi oleh Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT), lagu-lagu Hip Hop tersebut yang merupakan budaya barat, bagaimana kita akan mentransformasikan setiap lagu itu ke dalam budaya lokal. Sehingga masyarakat Aceh harapannya kedepan bisa mencintai lagu-lagu hip hop.

“Kita negeri syariat, maka tetap menjaga norma-norma itu,”jelas Yopie kembali.

Kembali ia tegaskan diakhir diskusi, bagi kawula muda, alangkah lebih baik menyalurkan kreatifitasnya pada hal-hal positif dalam menggunakan teknologi, karena lebih bermanfaat. “Gunakan teknologi untuk hal-hal positif”, tegas Yopie. [003]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close