
Banda Aceh – Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah juga dari Fraksi Partai Aceh secara tegas mengatakan tahap pertama masa kepemimpinan Zaini-Muzakkir di Pemerintah Aceh secara otomatis akan mengukuhkan Malik Mahmud Al Haytar menjadi Pemangku Wali Nanggroe Aceh.
Hal tersebut disampaikannya kepada The Globe Journal, Senin (04/6) siang tadi di STIES Amba, Banda Aceh. Adnan mengatakan awalnya sudah pernah ada draft Qanun Wali Nanggroe, tapi sekarang diganti menjadi Qanun Lembaga Wali Nanggroe. Kita buat lembaganya untuk masuk dalam lembaran daerah Pemerintah Aceh.
“Pada tahap pertama ini pihak legislatif dan eksekutif akan mengukuhkan Malik Mahmud Al Haytar sebagai Wali Nanggroe Aceh, artinya dalam 100 hari tugas Gubernur Aceh terpilih Zaini-Muzakkir dapat memparipurnakan Qanun Lembaga Wali Nanggroe masuk dalam lembaran daerah,” tegas Adnan Beuransyah.
Dikatakannya, pembahasan qanun yang paling prioritas DPRA dalam waktu dekat ini adalah Qanun Lembaga Wali Nanggroe, Qanun RTRW, Qanun RPJM dan Qanun RPJP. Qanun Lembaga Wali Nanggroe ini paling prioritas dalam 100 hari tugas Gubernur Aceh terpilih. “Kita akan kukuhkan Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar setelah ada qanun,” Demikian Ketua Komisi A DPRK, Adnan Beuransyah.
Malik Mahmud Al Haytar adalah Mantan Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Ia lahir di Singapura tahun 1939. Kampung asli paduka mulia Malik Mahmud Al Haytar berada di Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. [003]
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh