Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Tolak Direlokasi, Pedagang Buah di Lhoksukon Ricuh


Tolak Direlokasi, Pedagang Buah di Lhoksukon Ricuh
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Kamis, 29 Agustus 2013 19:10 WIB
Lhoksukon- Setelah Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Aceh Utara merelokasi pedagang ikan di Keude Geudong, Samudera, Aceh Utara. Kini giliran pedagang pajak buah di Lhoksukon yang direlokasi. Namun, pada saat tim Muspika bersama Dinas Pasar hendak melakukan eksekusi, sejumlah pedagang pajak buah ricuh dengan tim Muspika dan Dinas Pasar. Sebab, mereka tak mau lapak dagangannya digusur.

Kendati demikian, Muspika dan Pemkab sendiri akan tetap memaksa pedagang buah tersebut untuk segera meninggalkan lapaknya yang terletak di depan Mapolsek Lhoksukon itu.

“Sempat terjadi kericuhan antara pedagang dengan Muspika dan Dinas terkait saat hendak di eksekusi. Akan tetapi, tim Muspika akan tetap menghimbau kepada mereka untuk segera meninggalkan lapaknya itu,” kata Camat Lhoksukon, Nakalias Sadakata S.Sos, yang turut dibenarkan oleh Kapolsek Lhoksukon, AKP Razali saat dihubungi The Globe Journal, Kamis (29/08/2013).

Dikatakannya, saat ini material berupa batu sudah ditumpukkan di depan pajak buah itu. “Sudah ditumpukkan batu oleh Muspika kemarin. Upaya itu dilakukan agar pedagang buah meninggalkan lapaknya. Tapi, mereka tetap bersikeras mempertahankan lapak mereka itu yang tidak mau di relokasi. Padahal, Muspika sudah menyediakan lapak pajak buah yang baru di seberang jalan dari lapak yang hendak di eksekusi ini,” katanya lagi.

Rencana eksekusi itupun kata Camat telah sesuai berdasarkan hasil rapat bersama Tim Muspika, Pedagang buah, Dinas Pasar dan DPRK pada 31 Mei 2013 lalu.

“Eksekusi ini sudah ada hasil kesepakatan pada saat rapat 31 Mei 2013. Mereka juga sepakat akan direlokasi. Tapi setelah diketahui kemarin, mereka malah menghadang Muspika saat hendak di eksekusi,” jelas Nakalias Sadakata.

Lapak pajak buah itu, rencananya akan dibangun kantor Geuchik Kecamatan. Bahkan, anggaran untuk pembangunan kantor tersebut juga sudah turun. “Kita harapkan agar pedagang segera meninggalkan lapaknya sebelum di eksekusi paksa,” katanya lagi mengakhiri pembicaraannya dengan The Globe Journal.





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close