
Besok Kapolda Luncurkan Mobil 'Meupep-pep'Banda Aceh – Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya Tahun Anggaran 2011 terhadap penatausahaan dan pengamanan aset belum tertib. Sekda Nagan Raya, T. Zamzami mengakui bahwa aset yang dimaksud hilang karena tsunami.
Hal tersebut dikatakan Sekda Nagan Raya, T. Zamzami kepada wartawan usai penyerahan LHP Keuangan Nagan Raya tahun 2011 di Kantor BPK RI Perwakilan Aceh, Kamis (10/5) sore tadi.
Saat ditanya The Globe Journal terkait aset tetap yang tidak dapat digunakan atau rusak berat pada lima SKPK senilai Rp241,56 juta dan sebanyak dua unit sepeda motor hilang pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan senilai Rp25,50 juta belum diusulkan penghapusannya.
Sekda Nagan Raya, T. Zamzami menjawab dua unit sepeda motor itu hilang karena musibah gempa dan tsunami 2004 lalu. Ia mengakui dua unit sepeda motor itu belum dihapus dalam catatan asset Kabupaten Nagan Raya. “Seharusnya dihapuskan dalam catatan, itu mungkin,” kata dia.
Plt. Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Arief Agus mengatakan sejak tahun 2005-2010 ada 26 rekomendasi BPK untuk temuan sistem pengendalian interen ini. Dari angka itu, 20 rekomendasi sudah diselesaikan, 2 rekomedasi masih dalam proses penyelesaiannya dan 4 rekomendasi lagi belum ada tindak lanjut.
Kemudian untuk temuan terhadap kepatuhan undang-undang jumlah rekomendasinya sebanyak 247 rekom. Dari angka itu juga, sebanyak 202 rekomendasi sudah diselesaikan, 10 rekomendasi masih dalam proses penyelesaian dan 35 rekomendasi lagi belum ditindaklanjuti.[003]
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh