THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Satpol PP-WH Banda Aceh Tangkap Anak Jalanan


Satpol PP-WH Banda Aceh Tangkap Anak Jalanan
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Kamis, 09 Agustus 2012 13:40 WIB
Banda Aceh -Kastpol PP-WH Kota Banda Aceh, Fadhil saat The Globe Journal minta keterangan menuturkan, anak jalan tersebut sudah meresahkan warga. Pasalnya, mereka sudah mengganggu kenyamanan warga dengan segala aktivitas yang mereka lakukan.

Fadhil menjelaskan, mereka itu bukanlah anak-anak punk yang memiliki rambut yang jingkrak. Akan tetapi mereka sekelompok anak jalanan yang berkeliaran bebas di tengah malam. Sehingga mereka ditangkap oleh petugas untuk selanjutnya di panggil orang tua dan juga akan dilakukan pembinaan.

"Mereka itu bukan anak punk, tetapi anak jalanan yang kurang kasih sayang dari orang tua," jalas Fadhil Kamis (9/8) saat The Globe Journal di ruang kerjanya.

Katanya lagi, sekelompok anak jalanan ini sering kali membuat keributan di sekitar tempat mereka mangkal. Tempat mereka mangkal di tepi kali belakang salah satu hotel di kawasan Peunayong. Mereka bahkan tidak pulang kerumah masing-masing. Tetapi hanya mangkal dan ini sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga.

"Mereka itu mau hidup bebas, dan ini akan berbahaya," kata Fadil kembali.

Saat The Globe Journal menjambangi mereka di lantai 2 kantor Satpol PP-WH. Terlihat 13 orang yang usianya masih remaja duduk santai dan ada yang sedang berbaring, Bahkan diantara mereka yang menyeletuk, Lage rumoh droe tanyoe inoe nyeh (Seperti rumah sendiri kita disini ya).

Ironis memang, tidak terlihat sedikitpun wajah murung dan takut dari mereka. Justru mereka terkesan happy dan santai saja berada dalam ruangan tersebut. Tidak terlihat raut wajah penyesalan yang terpancarkan dari wajah mereka. Bahkan mereka terlihat cerita sambil bersenda garau bersama rekan-rekannya.

Saat The Globe Journal bertanya pada salah satu mereka. Tiba-tiba datang seorang ibu-ibu mencari anaknya yang berinisial TM. Bahkan saat ibu tersebut bertemu dengan inisial TM, langsung ia menangis histeris dengan meratapi dan menyesalkan apa yang telah TM itu perbuat. Ibu TM tersebut terus memarahi anaknya atas kelakuan yang ia perbuat.

"Peu ka pubuet kah neuk nyoe, nyoe ken ka kepeumale mak keh, alah hai aneuk meutuah, (Apa yang kamu kerjakan, ini kamu sudah mempermalukan mama, apa yang kamu lakukan sekarang)," kata ibu TM tersebut.

Kasatpol PP-WH Fadhil menegaskan, mereka semua akan dipanggil orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. Kalaupun orang tuanya tidak datang, maka kita akan kordinasi dengan Dinas terkait untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Katanya lagi, ini tidak boleh dibiarkan mereka hidup bebas tanpa aturan. Padahal usia mereka itu merupakan masih dalam usia pendidikan dan butuh pengawasan oleh orang tua dan juga semua pihak agar tidak terjerumus kedalam perbuatan yang salah.

"Kita akan serahkan pada orang tua nanti, kalau pun orang tua tidan ada, maka kita akan bisa mereka di panti asuhan," pungkas Fadil.(003)





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close