Banda Aceh — Dihadapan ratusan orang yang hadir di Masjid Jami’ Lamteuba, Aceh Besar, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengajak masyarakat dan tokoh-tokoh gampong agar dapat melaksanakan Pemilukada dengan aman. “Jangan ada lagi ribut-ribut, Mahkamah Konstitusi (MK) juga sudah mengumumkan pendaftaran calon dibuka kembali,” kata Nazar.
Sebenarnya itu harapan dan seluruh rakyat Aceh mendambakan agar pesta demokrasi pada Desember 2011 nanti harus berlangsung aman dan damai. “Bakal calon pemimpin silahkan naik dengan jalur apapun, baik dari independen maupun dari partai politik,” kata Nazar yang sudah mendaftar sebagai kandidat calon Gubernur Aceh periode 2012-2017.
Pemilukada tidak ditunda, tapi pendaftaran untuk calon dibuka lagi sesuai dengan keputusan MK. Jadi harus aman, jangan memancing suasana. “Jika ada yang kurang, mari kita perbaiki sama-sama, yang kalah harus siap dan yang menang juga harus bertanggung jawab,” pungkas Nazar pada Rabu (02/11) malam.
Orang nomor dua yang duduk dibangku Pemerintahan Aceh ini sangat mengharapkan agar pesta demokrasi harus benar-benar demokrasi tidak menjadi “demo kursi” atau lebih parah ke “demo crazy”, artinya kalau pesta demokrasi menjadi “demo crazy” maka banyak program yang akan menghancurkan kehidupan masyarakat.
Jika masyarakat memilih saya (red-Nazar) silahkan, begitu juga masyarakat yang ingin memilih Irwandi atau Abi Lampisang silahkan. Menurut Nazar saat memilih nanti semua serba rahasia, secara langsung dari hati nuraninya masyarakat. Hanya masyarakat yang menentukan pilihannya untuk mencapai kemajuan. “Intinya pilih pemimpin yang cerdas,” kata Nazar yang akan mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Gubernur Aceh pada 8 Februari 2012 mendatang.
Bagi Hewan Kurban
Pada kesempatan silaturrahmi dengan tokoh masyarakat Kemukiman Lamteuba, Aceh Besar itu. Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar memberikan seekor sapi kurban menyambut Hari Raya Idul Adha 1432 H. Bantuan uang tunai Rp10 juta itu diterima oleh Pengurus Masjid Jami’ Lamteuba, Sanusi usai berdiskusi dengan para tokoh masyarakat.