
Ibrahimovic Banjir Gelar di Musim Perdananya
Rumah Bersalin 'titik kritis' Operasi Sindikat Perdagangan Bayi
SBY Tunjuk Chatib Basri Sebagai Menkeu BaruSetiap kenderaan yang berhenti saat lampu merah tak luput penjual bendera musiman itu menawarkan dagangannya. Harga memang relatif murah, sangat bervariasi. Bendera yang berukuran sangat kecil untuk dipasang pada sepeda motor dihargai Rp.3000/ bendera, sedangkan yang lebih besar sedikit lagi untuk dipasang pada mobil dibanderol Rp.5000. Demikian juga ada umbul-umbul merah putih dipasang harga dari Rp.100.000 sampai dengan Rp.200.000.
Hal ini seperti dikatakan oleh Ramli salah seorang penjual bendera musiman menjelang hari kemerdekaan di Jalan T.Daud Beureueh, tepatnya di depan Bank Mandiri. Ia mengatakan setiap tahun menjelang 17 Agustus ia menjual bendera untuk pemasukan tambahan. Karena sudah tiga tahun ini, 17 Agustus jatuh dalam bulan puasa. Jadi, selama ini ia bekerja sebagai penjual bubur ayam mengalihkan dagangnya sementara menjual bendera.
"Hitung-hitung untuk uang tambahan, lagian selama bulan puasa saya gak jualan bubur ayam, jadi dari pada nganggur saya jual bendera ini," jelas Ramli Kamis (2/8) pada The Globe Journal.
Menurutnya, ia datang ke Aceh untuk mencari rezeki yang sebelumnya di Jawa Barat bekerja sebagai buruh salah satu pabrik. Pemuda kelahiran 1986 ini mencoba mengadu nasib di Aceh.
Pekerjaan sehari-hari yang telah dilakoninya selama 3 tahun lebih sebagai penjual bubur di Blang Padang bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sangat membantu ekonominya selama bekerja di Aceh yang sekarang menurut pengakuannya tinggal di Punge Jurong tempat saudaranya.
Apa lagi Aceh, katanya lagi, semakin pulih dari situasi kemanan, tidak ada lagi keributan dan konflik seperti masa lalu. Semua sudah aman dan tentram serta bisa hidup bersanding dengan siapapun dan tidak perlu lagi ketakutan seperti dimasa konflik.
"Kalau jual bubur ayam saya digaji perbulan yaitu Rp.1.200.000," pungkasnya.
Berjualan bendera ini, katanya lagi, hanya sekedar untuk menambah penghasilan. Apa lagi kedepan akan menghadapi lebaran dan butuh ada simpanan untuk bisa ikut merayakan hari kemenangan tersebut.
Hasil jualan bendera, jelasnya lagi, bisa didapatkan berkisar Rp.80.000 sampai dengan Rp.200.000 setiap harinya. Kalau hanya laku bendera kecil-kecil saja hanya bisa dapat uang Rp.50.000/ hari.
"Lumanyanlah penghasilannya, kalau lagi ada yang beli umbul-umbul itu bisa ada penghasilan Rp.200.000 sampai Rp.300.000, itu masih kotor," ketus Ramli.
Saat disinggung apa motivasinya untuk mengadu nasib ke Aceh. Ia menuturkan, pada mulanya ia diajak oleh saudaranya yang sudah tinggal 10 tahun lebih. Sehingga ia memutuskan untuk mencoba datang ke Aceh dengan menjual bubur ayam di Blang Padang. Apa lagi bubur ayam tersebut juga milik saudaranya yang memintanya untuk datang ke Aceh.
Katanya lagi, ia banyak teman orang Aceh dan rata-rata orang Aceh ramah dan baik-baik. Meskipun ada juga yang tidak baik, akan tetapi orang Aceh lebih banyak ramah dan saling membantu satu sama lain.
