THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Mengais Rezeki Merah Putih Jelang 17 Agustus


Mengais Rezeki Merah Putih Jelang 17 Agustus
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Kamis, 02 Agustus 2012 14:25 WIB

Banda Aceh - Hari Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus membawa berkah tersendiri bagi penjual bendera musiman. Terlihat hampir di sepanjang ruas jalan di Kota Banda Aceh bertebaran penjual bendera maupun umbul-umbul lainnya yang bermotif warna merah putih. Demikian juga di setiap lampu merah ada penjual bendera kecil maupun ketupat yang terbuat dari pita merah putih.

Setiap kenderaan yang berhenti saat lampu merah tak luput penjual bendera musiman itu menawarkan dagangannya. Harga memang relatif murah, sangat bervariasi. Bendera yang berukuran sangat kecil untuk dipasang pada sepeda motor dihargai Rp.3000/ bendera, sedangkan yang lebih besar sedikit lagi untuk dipasang pada mobil dibanderol Rp.5000. Demikian juga ada umbul-umbul merah putih dipasang harga dari Rp.100.000 sampai dengan Rp.200.000.

Hal ini seperti dikatakan oleh Ramli salah seorang penjual bendera musiman menjelang hari kemerdekaan di Jalan T.Daud Beureueh, tepatnya di depan Bank Mandiri. Ia mengatakan setiap tahun menjelang 17 Agustus ia menjual bendera untuk pemasukan tambahan. Karena sudah tiga tahun ini, 17 Agustus jatuh dalam bulan puasa. Jadi, selama ini ia bekerja sebagai penjual bubur ayam mengalihkan dagangnya sementara menjual bendera.

"Hitung-hitung untuk uang tambahan, lagian selama bulan puasa saya gak jualan bubur ayam, jadi dari pada nganggur saya jual bendera ini," jelas Ramli Kamis (2/8) pada The Globe Journal.

Menurutnya, ia datang ke Aceh untuk mencari rezeki yang sebelumnya di Jawa Barat bekerja sebagai buruh salah satu pabrik. Pemuda kelahiran 1986 ini mencoba mengadu nasib di Aceh.

Pekerjaan sehari-hari yang telah dilakoninya selama 3 tahun lebih sebagai penjual bubur di Blang Padang bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sangat membantu ekonominya selama bekerja di Aceh yang sekarang menurut pengakuannya tinggal di Punge Jurong tempat saudaranya.

Apa lagi Aceh, katanya lagi, semakin pulih dari situasi kemanan, tidak ada lagi keributan dan konflik seperti masa lalu. Semua sudah aman dan tentram serta bisa hidup bersanding dengan siapapun dan tidak perlu lagi ketakutan seperti dimasa konflik.

"Kalau jual bubur ayam saya digaji perbulan yaitu Rp.1.200.000," pungkasnya.

Berjualan bendera ini, katanya lagi, hanya sekedar untuk menambah penghasilan. Apa lagi kedepan akan menghadapi lebaran dan butuh ada simpanan untuk bisa ikut merayakan hari kemenangan tersebut.

Hasil jualan bendera, jelasnya lagi, bisa didapatkan berkisar Rp.80.000 sampai dengan Rp.200.000 setiap harinya. Kalau hanya laku bendera kecil-kecil saja hanya bisa dapat uang Rp.50.000/ hari.

"Lumanyanlah penghasilannya, kalau lagi ada yang beli umbul-umbul itu bisa ada penghasilan Rp.200.000 sampai Rp.300.000, itu masih kotor," ketus Ramli.

Saat disinggung apa motivasinya untuk mengadu nasib ke Aceh. Ia menuturkan, pada mulanya ia diajak oleh saudaranya yang sudah tinggal 10 tahun lebih. Sehingga ia memutuskan untuk mencoba datang ke Aceh dengan menjual bubur ayam di Blang Padang. Apa lagi bubur ayam tersebut juga milik saudaranya yang memintanya untuk datang ke Aceh.

Katanya lagi, ia banyak teman orang Aceh dan rata-rata orang Aceh ramah dan baik-baik. Meskipun ada juga yang tidak baik, akan tetapi orang Aceh lebih banyak ramah dan saling membantu satu sama lain.






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close