
Medan-Sejumlah wartawan menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan beberapa aparat TNI di Medan yang tengah melakukan pengamanan terkait kunjungan Wapres Boediono, hari ini.
Insiden tersebut disampaikan Yudhistira, salah satu wartawan yang menjadi korban pemukulan aparat. Dia menuturkan, aksi kekerasan yang dilancarkan aparat tersebut bermula dari memanasnya situasi saat menghalau pengunjuk rasa yang memaksa beraudiensi dengan Wapres Boediono.
Pengunjuk rasa dari petani yang tergabung dalam Komite Tani Menggugat itu bahkan sempat terlibat aksi dorong dengan aparat, dalam waktu yang lumayan lama, sehingga mengakibatkan beberapa pucuk senjata milik aparat tercecer di jalanan.
Saat itu, bukan hanya pengunjuk rasa yang menjadi korban, tapi beberapa wartawan pun ikut didorong-dorong oleh aparat. Bahkan, ada pula kendaraan bermotor milik wartawan yang menjadi korban.
Beberapa saat pascainsiden tersebut, mayoritas wartawan yang meliput kedatangan Wapres Boediono menghampiri Danyon Arhanudse 11 Letkol Saepul untuk meminta tanggapan seputar aksi kekerasan aparat terhadap demonstran.
Alih-alih memberikan jawaban, Danyon malah menghindar dan memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menghalau wartawan. Alhasil, wartawan kembali menjadi korban tindak kekerasan.
Tercatat, tiga wartawan menderita luka akibat peristiwa tersebut. Ketiganya adalah Tuti Lubis yang merupakan kontributor SCTV, Ayat Sudrajat reporter Trans TV, dan Yudhistira kontributor Beritasatu.
[003 - BeritaSatu - Foto Tunas Bangsa]
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar