
Banda Aceh - Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya yang beragama Islam di Myanmar mendapat kecaman dari berbagai Negara dan komponen. Tidak ketinggalan juga di Aceh - mengutuk tindak kekerasan yang sedang menimpa Rohingya. Kecaman tersebut memang sangat pantas didapatkan - karena junta Militer Myanmar telah melakukan sebuah tindakan kebiadaban kemanusiaan yang diluar batas.
"Harus dipahami, tragedi di Myanmar bukan konflik Agama, ini pembantaian Muslim Rohingya yang dilakukan oleh Junta Militer, karena selama ini masyarakat Myanmar diperlakukan tidak adil dan mendapatkan tekanan dibawah kekuasaan Junta Militer," jelas aktivis HAM Aceh Asia Uzia Selasa (31/7) pada The Globe Journal.
Bahkan konflik tersebut telah menyita perhatian dunia Internasional atas tragedi kemanusiaan ini. Penindasan yang dilakukan oleh rezim Junta Militer telah membuka mata seluruh penjuru dunia untuk menglihat tragedi tindak pelanggaran HAM tersebut. Bahkan bukan hanya dilakukan penindasan, justru ditengarai Myanmar merencanakan pembersihan etnis Rohingya di Myanmar yang sekarang disebut dengan Burma.
Asiah menuturkan sebagai ummat Muslim semua akan marah dan prihatin ketika saudaranya yang seiman mendapatkan penindasan dari Pemerintah Myanmar.
"Sebagai daerah yang baru selesai konflik dan sedang merajut perdamaian, jangan sampai kita mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat memindahkan konflik Myanmar ke Aceh," ungkap Asiah.
Pada dasarnya ada banyak jalan lain bisa ditempuh dalam upaya mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan pembantaian etnis Rohingya, kata Asiah. Lanjutnya lagi, penekanan untuk Myanmar itu tidak mesti harus mendiskreditkan Agama tertentu.
"Ada banyak cara menunjukkan simpati kita terhadap etnis Rohingya, salah satunya dengan cara menggalang donasi atau cara-cara lainnya," ketus Asiah lagi.
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar