THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Indonesia Siap Terima Penghuni Muslim Rohingya


Indonesia Siap Terima Penghuni Muslim Rohingya
Kamis, 02 Agustus 2012 14:07 WIB

Jakarta-Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan siap menerima Muslim Rohingya apabila mereka membutuhkan bantuan kemanusiaan. Diutarakan, Indonesia senantiasa menyiapkan diri untuk memberikan bantuan, perlindungan, bahkan mungkin memberikan suaka. Marty mengutarakan itu menjawab pertanyaan apakah Indonesia akan menawarkan diri atau bersedia untuk menampung Muslim Rohingya yang mendapat diskriminasi dan ditolak oleh Myanmar.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah akan menerima masyarakat Rohingya atau tidak, tapi faktanya Indonesia telah menerima 394 Muslim Rohingya, angka itu yang berbicara. Apabila masyarakat Rohingya atau Irak atau Afghanistan siapa pun juga yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, kita senantiasa memberikan bantuan, kita tidak bisa menolak mereka, tapi tentu dengan bekerja sama dengan IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi), kita akan fasilitasi," katanya di Jakarta.

Indonesia telah menjadi tuan rumah bagi 394 pengungsi Muslim Rohingya, sebagian dari mereka ada yang mencari suaka. Sebelumnya Presiden Myanmar, Thein Sein menyatakan Muslim Rohingya tidak diterima di Myanmar dan menyerukan agar ada negara ketiga bersedia menampung Muslim Rohingya.

Marty menegaskan Indonesia sangat prihatin dan tidak dapat menerima ada tindakan dikriminatif atau represif terhadap kelompok tertentu, apakah alasannya etnis, agama, atau apa pun juga. Masalah Rohingya telah menjadi perhatian Indonesia sejak 2010, sebelum kasus kekerasan komunal yang menewaskan 78 orang itu menarik perhatian dunia.   

Marty menyerukan Myanmar untuk menghormati hak asasi manusia Muslim Rohingya terlepas dari status kewarganegaraannya yang disebut Myanmar imigran ilegal.  

“Justru dengan status Rohingya tanpa kewarganegaraan maka masyarakat Internasional harus memberikan perlindungan dan naungan. Penanganan etnis Rohingya merupakan salah satu proses reformasi di Myanmar. Kami mendorong supaya bukan saja perubahan politik, demokratisasi, tapi juga meningkatkan kerukunan antar masyarakat dan umat beragama,” ucapnya.  

Indonesia akan membawa masalah Muslim Rohingya dalam konferensi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), bulan depan. Marty menginginkan adanya solusi  terhadap Muslim Rohingya.  

Sementara itu, Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) mengatakan aparat keamanan Myanmar melakukan pelanggaran HAM. Pasukan keamanan Myanmar dilaporkan menembaki, memperkosa, dan diam saja ketika kerusuhan terjadi antara Muslim Rohingya dan umat Buddha, Rabu (1/8). “Otoritas gagal melindungi baik Buddha dan Muslim, kemudian melepaskan kampanye kekerasan dan massa melawan Rohingya,” demikian laporan HRW yang berbasis di New York, AS.  

Kekerasan komunal antara Muslim Rohingya dan warga Buddha Myanmar telah berlarut-larut sejak bulan lalu. Kedua etnis melakukan perbuatan mengerikan, membunuh, membakar rumah, melakukan penusukan, dan penembakan di Rakhine. HRW juga mengecam komunitas internasional yang sepertinya menutup mata atas kekerasan yang terus berlangsung di Myanmar itu.  

“Komunitas internasional tampaknya dibutakan oleh cerita romantis reformasi besar di Myanmar, menandatangani kesepakatan baru dan mengangkat sanksi, meski pelanggaran terus berlanjut,” kata Phil Robertson, wakil direktur Asia HRW. [003-sp]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close