
JK Dukung Bantuan Langsung Sementara
Eyang Subur Diminta Ikuti Fatwa MUIBanda Aceh - Konseling biasa dikenal sebagai pelayanan keluhan medis fisik maupun psikologis. Jasa ini diterapkan untuk membantu pasien agar terbuka soal kendala kesehatan yang dialaminya. Dalam dunia sosial dan religius, harusnya praktek tersebut juga bisa diadopsi. Para ulama mesti memosisikan diri sebagai konselor spiritual.
Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal di Grand Nanggroe Hotel yang dituliskan, Minggu (5/8).
Pengoptimalan konselor spiritual ini pada dasanya cukup sederhana. Para ulama bisa menjadi masjid, langgar, maupun tempat ibadah lainnya sebagai medium meluapkan masalah sosial dan agama. Tidak saja itu, sebagai ajaran yang universal, Illiza menyebutkan para ulama justru berpeluang menyelesaikan masalah lainnya yang lebih kompleks.
“Baik itu persoalan keluarga, pekerjaan, maupun konseling dalam hal spriritual lainnya,” tandas politisi PPP ini.
"Mesjid harus menjadi tempat Konseling apapun masalah yang dihadapi oleh masyarakat”, sambungnya lagi.
Disisi lain, para ulama juga bisa mendatangi rumah sakit guna memberikan siraman rohani untuk yang sedang sakit. Sehingga mereka akan lebih kuat menghadapi cobaan yang sedang melanda. Siraman-siraman rohani tersebut bisa menumbuhkan kembali semangat hidup mereka dan juga mereka akan taat menjalankan kewajibannya meski dalam keadaan sakit.
"Bisa juga mendatangi Rumah Sakit, mengungjungi rumah sakit dengan memberikan siraman-siraman rohani, serta menganjurkan tetap beribadah meski sedang sakit," jekas Illiza kembali.
Harapan Illiza terhadap para ulama ini cukup beralasan. Sebagai daerah yang ingin menalkan diri sebagai Kota Madani, pelibatan seluruh stakeholder masyarakat sangat penting. Apalagi sekelas ulama yang memiliki banyak jama’ah dan kepercayaan publik. Harusnya ulama juga mengoptimalkan perannya dalam pembangunan daerah. [005]
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel