Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Di Prancis, Gerak Muslim Semakin Dibatasi


Di Prancis, Gerak Muslim Semakin Dibatasi
Rabu, 30 September 2015 15:26 WIB

Paris- Sebuah Sekolah Dasar di Prancis baru-baru ini memberikan kebijakan kepada siswa Muslim dan Yahudi untuk mengenakan tanda merah di lehernya ketika makan siang di kantin.

Hal itu tentu memicu kemarahan, mengingat Prancis adalah negara sekuler yang tidak pernah memasukkan urusan agama ke dalam kehidupan publik.

"Ini memuakkan. Itu mengingatkan Anda tentang masa tergelap. Praktek-praktek seperti ini tidak dapat diterima. Tidak ada yang memiliki hak untuk menerapkan ini pada anak-anak," kata anggota dewan lokal, Malika Ounès, menurut Telegraph, Rabu (30/9).

Dilema itu terjadi ketika Sekolah Dasar Piedalloues di Auxerre, Burgundy memberlakukan kebijakan tersebut kepada para siswanya, yang sekitar 1.500 siswanya beragama Islam.

Tanda merah tersebut diberikan kepada siswa yang tidak memakan daging babi, dan tanda kuning diberikan kepada siswa yang tidak memakan daging sapi. Namun kemudian tanda tersebut ditarik setelah protes dari para orang tua dan pemimpin masyarakat.

Bahkan Christian Sautier, Direktur komunikasi di Kantor Walikota, mengatakan hal itu telah diberlakukan staf kantin sekolah tanpa memberitahu pihak berwenang setempat, yang kemudian segera dicekal oleh mereka. Kebijakan tersebut hanya bertahan sehari. Hal ini tentu akan menimbulkan preseden di kota-kota lain di Prancis.

Sebelumnya, pada Agustus pengadilan memutuskan mendukung Walikota Chalon-sur-Saône tentang kebijakannya yang diumumkan pada bulan Maret bahwa siswa tidak lagi dijamin pilihan non-babi saat makan siang untuk sekolah tahun mendatang. Pada bulan Maret, mantan Presiden kanan-tengah, Nicolas Sarkozy, mengatakan ia juga menentang pilihan bebas-babi di sekolah.

Padahal Prancis adalah rumah bagi komunitas Muslim yang berjumlah hampir enam juta jiwa, dan terbesar di Eropa. Muslim Prancis telah lama mengeluhkan pembatasan melakukan praktek-praktek keagamaan. I ROL






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close