THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Bohong Wartawan Antara Tersesat


Bohong Wartawan Antara Tersesat
Sabtu, 12 Mei 2012 16:09 WIB

 Bogor - Wakil Pemipin Redaksi LKBN ANTARA Akhmad Khusaeni mengemukakan bahwa seluruh anggota tim liputan proses evakuasi jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, tidak ada yang tersesat.
 "Baik tim teks, foto maupun televisi ANTARA, hingga evakuasi hari keempat evakuasi, semuanya lengkap, serta dalam kondisi baik dan sehat," katanya saat dihubungi dari Bogor, Jawa Barat, Sabtu siang.
 Akhmad Khusaeni menyampaikan itu, terkait beberapa pemberitaan yang menyebutkan ada beberapa jurnalis yang tersesat, dan bahkan dilaporkan hilang.
 Ia menjelaskan bahwa untuk liputan evakuasi tersebut, LKBN-ANTARA melakukan peliputan bersama antara Biro Penyangga Jakarta (BPJ), serta ANTARA pusat Jakarta, yang mengirimkan jurnalis teks, foto dan televisi.
 Tim peliputan selengkapnya dari Biro Penyangga Jakarta adalah Teguh Handoko, Andi Jauhari, Laily Rachmawati, Aditya A Rohman, dan Riza Fahriza.
 Sedangkan dari Biro Foto ANTARA untuk peliputan di Gunung Salak menerjunkan Andika Wahyu, Jafkhairi dan Dhoni Setiawan.
 Sementara itu, untuk TV ANTARA menurunkan Astra Effendi, Trihandoko dan Syafrudin.
 Ia menjelaskan khusus untuk juru kamera Syafrudin, memang sempat beberapa lama belum kembali ke Posko utama di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk.
 "Ternyata, dia (Syafrudin) tertinggal dari tim evakuasi, sehingga baru sampai ke Posko lagi pada Jumat (11/5) malam," katanya.
 Dengan kembalinya Syafrudin ke Posko, kata dia, maka seluruh tim liputan ANTARA dipastikan dalam kondisi baik dan lengkap.
 
 Taruhan nyawa
 Terkait kasus tersesatnya jurnalis dalam liputan evakuasi pesawat Sukhoi itu, Akhmad Khusaini menegaskan bahwa ada prinsip jurnalistik, yang esensinya adalah taruhan nyawa.
 Menurut dia, dalam peristiwa besar seperti jatuhnya pesawat Sukhoi itu, wartawan memang ditantang untuk ke lokasi peristiwa untuk segera melaporkannya.
 "Sehingga (jurnalis) bak 'lari kesetanan' menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang pertama untuk peristiwa besar, di mana jatuh dengan banyak korban," katanya.
 Namun, kata dia, yang lebih penting lagi wartawan dalam era multimedia, bagi juru kamera televisi maupun pewarta foto berlaku prinsip harus dapat gambar yang bagus.
 Rujukannya, kata dia, ada pakar komunikasi yang mengatakan bahwa kalau gambar anda tidak ckp bagus, berarti anda tidak cukup dekat (peristiwa).
 "Bagi mereka (pewarta foto dan televisi) untuk dapat gambar bagus mereka harus ke lokasi, meskipun tebing curan sampau 85 derajat di hutan dan gunung," katanya.
 "Tapi, ada prinsip yang lebih urgen lagi bahwa tidak ada berita sebagus apapun yang seharusnya (mempertaruhkan) nyawa wartawan," tambahnya.
 Untuk itu, kata dia, ketika meliput musibah seperti evakuasi Sukhoi itu, apalagi lokasinya di gunung dengan medan sangat berat, wartawan harus mempersiapkan diri.
 "Jangan mati konyol tanpa persiapan. Artinya, jangan sampai wartawan yang mencari berita, justru menjadi berita," katanya.
 Karena itu, kata dia, ANTARA sendiri juga memilih jurnalisnya yang memiliki pengalaman, seperti Riza Fahriza, yang sejak mahasiswa adalah pecinta alam bebas, sehingga telah mempersiapkan sesuatu dengan baik.
 Pengalaman di Gunung Salak itu, kata Akhmad Khusaeni, hendaknya juga bisa menjadi perhatian Dewan Pers, untuk membuat semacam panduan meliput musibah di medan berat seperti hutan dan gunung.  [003-antara]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close