
Priyo Budi S: Pemerintah Diminta Bantu Evakuasi FreeportJakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami yang dikeluarkan terkait gempa bumi berkekuatan 8,1 Skala Richter yang mengguncang Aceh.
"BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Suhardjono di Jakarta, Rabu.
Peringatan dini tsunami diakhiri oleh BMKG pada pukul 19.45 WIB setelah adanya konfirmasi bahwa gempa bumi yang terjadi tidak berdampak menimbulkan tsunami.
Gempa bumi kuat berpusat di Kabupaten Simeulue, Aceh sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung dan Bengkulu.
Namun gempa bumi hanya menimbulkan tsunami setinggi 80 cm di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat dan 60 cm di Sabang.
Berdasarkan pantauan di Pantai Ujung Karang, Meulaboh, sekira pukul 17.40 WIB, air laut naik namun tidak sampai ke daratan.
Warna air laut juga sudah berubah menjadi keruh. Hingga kini belum diketahui apakah ada korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat naiknya air laut tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa pertama berkekuatan 8,5 SR bertitik pusat di 2,31 derajat Lintang Utara dan 92,67 derajat Bujur Timur di kedalaman 10 kilometer pukul 15.38 WIB.
Kemudian, pada pukul 16.28 WIB, gempa susulan berkekuatan 6,5 Skala Richter kembali menggoyang Aceh. Gempa bertitik pusat di 1,21 derajat Lintang Utara dan 91,72 derajat Bujur Timur di kedalaman 42 kilometer.
[001-Republika-Okezone]
