Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»Bagaimana Caranya Kota Kitakyushu Bersih Sampah


Bagaimana Caranya Kota Kitakyushu Bersih Sampah
Rabu, 07 Oktober 2015 18:12 WIB

Sangat beruntung Kota Surabaya mempunyai sister city Kota Kitakyushu, Jepang. Karena kota tersebut mampu menyandang kota eco smart meski harus berjuang selama 30 tahun. Bagaimana dengan Kota Surabaya?

Keberhasilan Kitakyushu tidak hanya ditopang kecanggihan teknologi tapi diawali adanya kemauan warga, pengusaha dan pemerintah yang mau duduk bersama memerangi kerusakan lingkungan. Hal ini pun berimbas terhadap perilaku warga Kitakyushu tiap harinya.

"Untuk bisa mewujudkan pengelolaan sampah hingga dapat di recycle untuk barang-barang yang berguna, masyarakat Kitakyushu memerlukan waktu hampir 30 tahun, karena harus dimulai dari penanaman kesadaran warganya," kata staf direktur Eco Town Kitakyushu, Ogata pada wartawan Surabaya beberapa waktu lalu.

 

 

 

Perempuan yang fasih berbahasa Indonesia ini mengungkapkan, kesadaran warga Surabaya terhadap lingkungan mulai terbangun meski harus diawali dengan dibuatnya peraturan daerah (perda) yang melarang buang sampah sembarangan. 

"Warga Surabaya sekarang utamanya ibu ibu mulai bergerak untuk memilah sampah dan menjadikan hal yang berguna dan bernilai seperti yang kami lakukan 30 tahun lalu. Para aktivis perempuan menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup demi anak anak mereka yang saat ini menikmati," ungkapnya.
 
Pantauan detikcom, di kota yang mempunyai populasi penduduk sekitar 1,3 juta ini sama sekali tidak terlihat banyak bak sampah di pinggir jalan maupun di tempat atau fasilitas umum. 

"Warga di sini secara sukarela membuang sampah sesuai kriteria, plastik, kaleng dan sampah rumah tangga atau basah," ujar Ogata yang menjadi penanggung jawab pemilah sampah di TPS Sutorejo Surabaya.

Ia pun memberikan saran pada Kota Surabaya untuk lebih meningkatkan sosialisasi peduli lingkungan agar perilaku pembuangan sampah yang benar sebagai salah satu budaya di Kota Surabaya. "Hal tersebut diperlukan peran aktif berbagai elemen masyarakat penggiat lingkungan," pungkas Ogata.

Bagaimana Surabaya, butuh berapa tahun? 

 

DETIK






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close