THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Sosial»172 Juta Rakyat Indonesia Wajib e-KTP


172 Juta Rakyat Indonesia Wajib e-KTP
Firman Hidayat | The Globe Journal
Jum`at, 11 Mei 2012 17:28 WIB

Banda Aceh – Usai memberikan program penghargaan dan penyerahan e-KTP kepada Pemerintah Kabupaten Kota di Aceh, Mendagri RI, Gamawan Fauzi mengatakan Negara Indonesia lebih maju daripada Jerman dan China dalam hal pembuatan e-KTP secara nasional.

Di Jerman misalnya, e-KTP di negara itu dihargai Rp360.000 per KTP, ada 70 juta rakyat Jerman dan butuh waktu 6 tahun. Kemudian di China juga masih sedang dalam proses pembuatan NIK untuk e-KTP. “Sedangkan di Indonesia dalam waktu 1,5 tahun proses e-KTP sudah 75 juta rakyatnya direkam sidik jari,” kata Mendagri, Jum'at (11/5) di Anjongan Monmata Pendopo Gubernur Aceh tadi sore.

Jumlah orang Indonesia yang wajib e-KTP sebanyak 172 juta jiwa dari jumlah penduduknya hingga 245 juta lebih. Gamawan Fauzi mengatakan hingga April 2012 proses pembuatan e-KTP ini sudah selesai untuk 75 juta rakyat Indonesia.

Ia menceritakan sejak tahun 2010 lalu saat proses verifikasi data dilakukan. Pemerintah menemukan ada 7 juta rakyat Indonesia memiliki data ganda. “Artinya ada 1 orang mendapatkan 7 KTP,” ujar Mendagri.

Kemudian pada tahun 2011 mulai dilakukan pendataan NIK, sehingga terhitung April 2012 sudah 75 juta rakyat Indonesia yang direkam sidik jarinya untuk proses e-KTP ini. Dari angka itu kata Gamawan Fauzi, terdapat 90 ribu orang yang melakukan rekaman lebih dari satu kali. “Banyak ditemukan di Pulau Jawa, dan sudah terdeteksi siapa saja orang-orang yang melakukan rekaman dua kali tersebut,” lanjutnya.

Proses pembuatan ini sampai Desember 2012. “Setelah itu mulai 2013 nanti akan masuk regular rekaman massal,” kata dia saat menjawab pertanyaan dari wartawan.

Saat ditanya apakah 2013 masyarakat akan bayar untuk e-KTP itu, Gamawan Fauzi mengatakan belum ada rumusan tentang itu. “Target 172 juta e-KTP itu gratis dan jangan ada yang pungut satu sen pun, tapi setelah 172 juta itu selesai maka akan dibahas lagi bersama DPR, apakah dananya diambil dari pusat atau dari daerah masing-masing,” demikian Mendagri, Gamawan Fauzi.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close