
Kontrak Rio Ferdinand Diperpanjang Setahun
Wah, Pak Tarno Jajaki Fitri TropicaBekerja keras memang hal yang positif, tapi bekerja terlalu keras bisa berakibat buruk bagi Anda.
Kadang bekerja terlalu banyak bukanlah cara terbaik, karena yang Anda perlukan adalah bekerja dengan cerdas. Mungkin dengan persiapan dan perencanaan kerja yang lebih baik, Anda lebih bisa menghemat tenaga namun tetap menyelesaikan lebih banyak.
Berikut adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Anda bekerja terlalu banyak.
1. Tidak ada tujuan yang jelas
Saat Anda bekerja dan bekerja terus tanpa tahu tujuan apa yang ingin dicapai, sama seperti membuang-buang waktu. Bekerja tanpa tujuan juga akan menyebabkan rasa frustrasi dan stres, serta Anda akan cenderung melakukan penundaan kerja karena tidak punya motivasi.
Atasi masalah ini dengan berhenti dan pikirkan sejenak apa tujuan Anda bekerja. Jika tugas-tugas Anda diberikan oleh orang lain, berbicaralah dengannya dan tentukan tujuan dari pekerjaan Anda. Sebuah tujuan akan membuat Anda termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan lebih baik.
2. Kurang sumber daya manusia
Apakah Anda satu-satu orang yang bekerja menyelesaikan sebuah proyek? Atau hanya Anda yang mengerti tentang pekerjaan yang diberikan? Jika ya, Anda harus bersikap terbuka kepada atasan, karena beban kerja yang berlebihan akan membuat Anda stress. Minta saran dan masukan, serta berikan solusi agar Anda bisa mendelegasikan tugas ke beberapa orang, sambil tetap melakukan supervisi.
3. Tidak ingin melepaskan pekerjaan
Mungkin Anda adalah tipe orang yang perfeksionis dan menganggap diri Anda adalah orang yang paling bertanggung jawab serta tak tergantikan. Akibatnya, Anda jadi terikat dengan pekerjaan dan tidak ingin melepaskannya bahkan hanya untuk sejenak saja.
Jika ini masalahnya, Anda harus bisa melepaskan atau setidaknya mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada orang yang bisa dipercaya. Lihat sisi baiknya, akan makin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dan Anda punya waktu lebih untuk melakukan aktivitas lain.
4. Tenggat waktu yang tidak realistis
Kadang pekerja terjebak pada tenggat waktu yang sebenarnya tidak bisa dilakukan. Karena itulah, Anda harus tahu kemampuan diri sampai sejauh mana untuk bisa menentukan tenggat waktu yang lebih realitis. Selalu lakukan kompromi dengan pihak yang membutuhkan pekerjaan, supaya Anda mendapatkan waktu yang sesuai bagi kedua belah pihak.
5. Tidak berani berkata “Tidak”
Karena ingin menjadi rekan kerja yang baik, Anda cenderung menerima setiap pekerjaan yang didelegasikan. Padahal, Anda juga punya pekerjaan sendiri yang belum terselesaikan. Membantu sesama rekan kerja memang baik, tapi Anda juga harus tahu kapan saatnya mengatakan “tidak” demi kepentingan tugas Anda terselesaikan dengan baik. Ketahui bahwa Anda berhak menolak, bicarakan saja dengan tenang, dan jelaskan bahwa Anda tidak bisa karena alasan yang masuk akal. [003-Kabar24.com]
Kamis, 23 Mei 2013 16:33 WIBPerpustakaan Inggris Koleksi Tulisan John Lennon