
Banda Aceh – Anggapan kalangan seniman masih dimarginalkan oleh pemerintah nampaknya masih mengakar di masyarakat. Fenomena itu pada dasarnya memang tak bisa dinafikan. Para seniman hidup dengan kaki sendiri tanpa sokongan pemerintah.
“Karenanya seniman perlu mendekatkan diri dengan pemerintah. Apalagi kami melihat Pemerintah Aceh yang baru lebih membuka diri terhadap pengembangan kekayaan budaya dan dunia seni,” ujar Penyair Aceh L.K. Ara dalam jumpa pers, Jum’at (13/7).
Pandangan yang dilontarkan L.K. Ara dalam konferensi pers tersebut terkait dengan perhelatan syukuran seniman Aceh terhadap pemimpin Aceh baru yang akan dilaksanakan Sabtu malam, (14/7) nanti di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Katanya lagi, sebagai entitas budaya, Aceh memiliki kekayaan yang tak ternilai. Pluralitas etnis dan keragaman seni-budaya terbangun dalam perjalanan sejarah.
Proses panjang yang dilalui Aceh, mulai dari era Monarki hingga Aceh baru usai perjanjian damai membentuk pola-pola budaya yang unik dan spesifik. Budaya Aceh memiliki eksotisme yang diminati oleh banyak pihak, termasuk dunia internasional. Salah satunya diisyaratkan dengan pengakuan UNESCO akan Saman.
Akan tetapi di tatanan lokal, pengembangan seni-budaya terhadang dukungan pemerintah. “ Untuk itu perlu adanya pendekatan dan strategi baru yang lebih partisipatif dalam merekontruksi gagasan pembangunan kebudayaan Aceh,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Seniman Aceh lainnya Din Saja menambahkan, pendekatan kalangan seniman terhadap pemimpin Aceh yang baru tidak boleh dilihat dengan kacamata negatif. Pasalnya persuasi ini bukanlah jembatan bagi Pemerintah Aceh yang baru untuk mengatur ruang gerak para Seniman.
“Kita bukan underbow pemerintah,” pungkasnya.
Upaya mempertemukan para Seniman Aceh dengan pelaksana pemerintah memang penting dilaksanakan. Seniman Aceh sebagai bagian dari tatanan masyarakat perlu diposisikan sebagai partner pemerintah baik dalam cakupan professional, maupun gerakan pembangunan.
“Pemerintah Aceh harus berfikir bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi para seniman, begitu juga meningkatkan sumber daya manusia seniman itu sendiri,” sebutnya lagi.
Untuk itu dalam kegiatan yang akan dilaksanakan nanti, kalangan seniman Aceh akan melakukan serangkaian diskusi untuk merumuskan konsep pembangunan kebudayaan di era pemerintahan Aceh yang baru, mendata ulang aset seni-budaya Aceh, dan menyokong terbentuknya Majelis Kesenian dan Kebudayaan Aceh (MKKA). “Inilah esensi dari syukuran terhadap pemimpin Aceh yang baru”, tutup Din Saja. [005]
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel