THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»Pertama di Indonesia, Didong Tampil di Bus Transjakarta


Pertama di Indonesia, Didong Tampil di Bus Transjakarta
Minggu, 03 Juni 2012 23:25 WIB

Jakarta-Sebanyak 30 orang seniman muda menggelar pentas seni di dalam bus Transjakarta jurusan PGC-Grogol. Mereka membawakan seni pertunjukan Didong dari Aceh. Penggagas pentas seni Didong di dalam Bus Transjakarta itu adalah Fikar W. Eda, mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta. Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan merespons kehidupan kota Jakarta yang penuh dengan problematika.

“Tema pertunjukan ini tentang Jakarta. Syair-syair yang kami bawa berisi kritik sosial tentang korupsi, macet, dan banjir yang selama ini tak lepas dari Jakarta,” ujar Fikar di Halte PGC Bus Transjakarta, Minggu 3 Juni 2012.

Lantas apakah kesenian Didong itu? Fikar yang juga penyair menjelaskan, Didong merupakan pertunjukan syair asal Gayo, daerah yang terletak di bagian tengah dari Propinsi Aceh.

“Didong itu seni tradisi sastra tutur berbahasa Aceh. Biasanya dipertontonkan semalaman. Tapi karena ini di Jakarta, jadi kami pakai Bahasa Indonesia,” kata Fikar.

Ia mengatakan, kegiatan pentas seni yang berlangsung dari halte bus Transjakarta PGC sampai Grogol ini dilakukan untuk memenuhi tugas akhirnya di Pascasarjana IKJ. “Kami orang Aceh, sudah sejak lahir bermain seperti ini,” ujarnya.

Dalam membawakan pertunjukan Didong itu, ke-30 seniman IKJ dibagi menjadi dua grup. Grup pertama bernama Grup Urbanis Cibubur, dan grup kedua bernama Grup Urbanis Ciputat. Selama perjalanan dari Halte PGC hingga Grogol, mereka saling berlempar syair diiringi alunan gitar dan kendang.

Oleh karena pentas seni di dalam bus Transjakarta selama ini tidak pernah dilakukan, maka pertunjukan ini cukup menarik perhatian para penumpang bus tersebut. [003-vivanews.com]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close