
Ketika Ameer Menggambarkan Ali Hasjmy
"Penghulunya Saja yang Bodoh"
Politik Pencitraan Wiranto di Ajang X-FactorJakarta-Sebanyak 30 orang seniman muda menggelar pentas seni di dalam bus Transjakarta jurusan PGC-Grogol. Mereka membawakan seni pertunjukan Didong dari Aceh. Penggagas pentas seni Didong di dalam Bus Transjakarta itu adalah Fikar W. Eda, mahasiswa pascasarjana Institut Kesenian Jakarta. Ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan merespons kehidupan kota Jakarta yang penuh dengan problematika.
“Tema pertunjukan ini tentang Jakarta. Syair-syair yang kami bawa berisi kritik sosial tentang korupsi, macet, dan banjir yang selama ini tak lepas dari Jakarta,” ujar Fikar di Halte PGC Bus Transjakarta, Minggu 3 Juni 2012.
Lantas apakah kesenian Didong itu? Fikar yang juga penyair menjelaskan, Didong merupakan pertunjukan syair asal Gayo, daerah yang terletak di bagian tengah dari Propinsi Aceh.
“Didong itu seni tradisi sastra tutur berbahasa Aceh. Biasanya dipertontonkan semalaman. Tapi karena ini di Jakarta, jadi kami pakai Bahasa Indonesia,” kata Fikar.
Ia mengatakan, kegiatan pentas seni yang berlangsung dari halte bus Transjakarta PGC sampai Grogol ini dilakukan untuk memenuhi tugas akhirnya di Pascasarjana IKJ. “Kami orang Aceh, sudah sejak lahir bermain seperti ini,” ujarnya.
Dalam membawakan pertunjukan Didong itu, ke-30 seniman IKJ dibagi menjadi dua grup. Grup pertama bernama Grup Urbanis Cibubur, dan grup kedua bernama Grup Urbanis Ciputat. Selama perjalanan dari Halte PGC hingga Grogol, mereka saling berlempar syair diiringi alunan gitar dan kendang.
Oleh karena pentas seni di dalam bus Transjakarta selama ini tidak pernah dilakukan, maka pertunjukan ini cukup menarik perhatian para penumpang bus tersebut. [003-vivanews.com]
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat