THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»Pemerintah Aceh, Minta Miss Coffe Berperan Sebagai Orang Aceh


Pemerintah Aceh, Minta Miss Coffe Berperan Sebagai Orang Aceh
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Selasa, 29 Mei 2012 09:05 WIB

Banda Aceh - Aceh memiliki sumber daya alam yang banyak, terutama sumber daya kopi yang diakui oleh dunia memiliki cita rasa yang enak. Selain itu Aceh juga memiliki objek wisata yang tak kalah bersaing dari daerah-daerah lain. Baik itu Ecotourism, Edutoursm dan bisa juga Aceh dijadikan pusat wisata Ibadah.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Prof.Dr Jasman Ma’aruf dalam acara pelepasan Miss Coffe Aceh kemaren (28/5) di Aula Dinas Budpar, “Aceh memiliki banyak objek wisata, budaya dan adat yang Aceh miliki, jadi Regina harus mempu mempromosikan itu semua”.

Lanjutnya lagi, harapannya Aceh bisa mendapatkan juara pertama, dimana Aceh dikenal dengan cita rasa kopi Gayo yang telah diakui dunia memiliki rasa yang enak. Jadi tingkatkan kompetensi diri dalam memahami filosofi Kopi itu.

Aceh yang dikenal dengan Serambi Mekkah harus benar-benar bisa mencitrakan ikon tersebut. Sehingga dengan demikian Aceh juga bisa dibuat menjadi pusat Objek wisata Ibadah dimasa yang akan datang. “Aceh harus dikampanyekan menjadi tempat wisata Ibadah,”jelas Jasman.

Sedangkan Rainy Regina Prianto yang akrab disapa dengan Regina siap mengemban amanah untuk memperjuangkan yang terbaik di pentas Nasional. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk Aceh. Terutama dalam hal mempromosikan Kopi Aceh dan juga adat budaya Aceh lainnya.

“Saya siap untuk mempromosikan Kopi Aceh di pentas Nasional,”ungkap Regina.

Putri pasangan Bambang Suprianto dan Cut Safina Yunia melanjutkan penjelasannya, ia siap mengemban amanah Aceh, supaya Aceh bisa meraih juara satu. Oleh karennya ia berharap dukungan semua pihak serta doa rakyat Aceh supaya bisa berkompetisi dengan mulus di ajang Nasional.

Persiapan demi persiapan terus ia lakukan selama ini, yaitu mamahami dan mendalami tentang kopi. Apa lagi Aceh memiliki budaya minum kopi disetiap paginya, ini menjadi nilai lebih yang dimiliki oleh Aceh. Ditambah lagi Aceh memiliki kualitas Kopi yang sangat baik dan mampu berkompetisi di dunia Internasional.

“Saya akan terus mendalami tentang kopi,”ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah Semester 4 ini.

Meskipun Regina selama ini disibukkan dengan mempelajari Kopi, namun studinya tetap ia nomor satukan. Terlihat memang ditengah-tengah padatnya jadwalnya, akan tetapi ia memiliki prestasi di bangku kuliah yang tak kalah dengan yang lainnya yaitu memiliki IPK 3.6.

Oleh karena ia tidak pernah membiarkan waktu kosong tanpa terisi. Setiap ada waktu senggang selalu diisikan dengan mempelajari dan mendalami kopi. Namun menurutnya pendidikan tetap harus dinomor satukan.

“Pendidikan tetap harus dinomor satukan, oleh karenanya waktu senggang akan selalu saya isi untuk mempelajari tentang kopi,”ucap Regina.

Diakhir perbincangan Kadisbudpar meminta Regina harus benar-benar berperan sebagai layaknya orang Aceh. Harus menampilkan budaya-budaya Aceh saat berada di Jakarta. Apapun yang harus dilakukan oleh orang Aceh, Regina harus melakukannya.

“Regina Harus mampu berperan sebagai orang Aceh,”pungkas Jasman.






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close