THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»Pemerintah Aceh Komit Kumpulkan Manuskrip


Pemerintah Aceh Komit Kumpulkan Manuskrip
Muhammad | The Globe Journal
Jum`at, 06 Juli 2012 10:06 WIB

Banda Aceh - Pemerintah Aceh berkomitmen mengumpulkan dan mencari manuskrip masa lalu yang masih tercecer dan tidak terawat agar semua perjalanan sejarah dan budaya Aceh tetap terjaga dan dipelajari oleh seluruh generasi di masa mendatang.

"Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mengumpulkan dan mecari seluruh dokumen-dokumen sejarah yang menceritakan tentang perjalanan Aceh dari tempo dulu hingga saat ini," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Aceh T Setia Budi saat membuka rapat koordinasi bidang kearsipan dan perpustakaan se-Aceh tahun 2012.

Menurut dia,  peristiwa besar masa lalu yang tidak pernah ditulis dan diarsip dengan baik maka akan menjadi legenda dan perlahan-lahan akan dilupakan oleh orang dan sebaliknya cerita biasa yang ditulis secara lengkap dan disimpan dengan baik akan menjadi sejarah hebat di masa depan.

Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mencari dan mengumpulkan seluruh dokumen-dokumen masa lalu yang menceritakan tentang Aceh agar berbagai perjalanan sejarah tempo dulu dapat dipelajari seluruh generasi di masa mendatang.

"Berbagai dokumen sejarah yang menceritakan tentang Aceh agar disimpan dan dirawat dengan baik sehingga berbagai peristiwa yang terjadi tempo dulu dapat terus dipelajari oleh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, dokumen-dokumen sejarah yang menceritakan tentang Aceh banyak juga tersimpan di Belanda dan Pemerintah Aceh bertekad untuk memperoleh berbagai manuskrip yang ada di negara tersebut untuk disimpan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Pihaknya optimistis dengan pengarsipan yang baik berbagai naskah kuno yang merupakan bukti perjalanan sejarah Aceh akan menjadi sebuah bahan pelajaran yang tak pernah hilang dan akan dikenal oleh seluruh generasi.

"Mari kita bersama-sama melestarikan sejarah, mencintai dunia tulis menulis dan peduli dengan sistem kearsipan dalam upaya berperan menjaga eksistensi bangsa ini," kata Zaini.

Sementara itu, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh Adnan A Majid mengatakan pihaknya akan terus berupaya menjaga dan merawat berbagai manuskrip yang tersimpan di lembaga tersebut dengan baik agar dapat terus dipelajari oleh semua komponen masyarakat.

"Kami juga terus meningkatkan pelayanan dan kemampuan sumber daya manusia agar mampu bekerja maksimal di masa mendatang," demikian Adnan.(004-kompas)

Aceh Berkomitmen Kumpulkan Manuskrip Masa Lalu
Jodhi Yudono | Kamis, 5 Juli 2012 | 17:43 WIB
 
Dibaca: 341
|
Share:
DAILY MAIL ilustrasi

BANDA ACEH, KOMPAS.com--Pemerintah Aceh berkomitmen mengumpulkan dan mencari manuskrip masa lalu yang masih tercecer dan tidak terawat agar semua perjalanan sejarah dan budaya Aceh tetap terjaga dan dipelajari oleh seluruh generasi di masa mendatang.

"Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mengumpulkan dan mecari seluruh dokumen-dokumen sejarah yang menceritakan tentang perjalanan Aceh dari tempo dulu hingga saat ini," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Aceh T Setia Budi saat membuka rapat koordinasi bidang kearsipan dan perpustakaan se-Aceh tahun 2012.

Menurut dia,  peristiwa besar masa lalu yang tidak pernah ditulis dan diarsip dengan baik maka akan menjadi legenda dan perlahan-lahan akan dilupakan oleh orang dan sebaliknya cerita biasa yang ditulis secara lengkap dan disimpan dengan baik akan menjadi sejarah hebat di masa depan.

Karena itu, Pemerintah Aceh berkomitmen untuk mencari dan mengumpulkan seluruh dokumen-dokumen masa lalu yang menceritakan tentang Aceh agar berbagai perjalanan sejarah tempo dulu dapat dipelajari seluruh generasi di masa mendatang.

"Berbagai dokumen sejarah yang menceritakan tentang Aceh agar disimpan dan dirawat dengan baik sehingga berbagai peristiwa yang terjadi tempo dulu dapat terus dipelajari oleh masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, dokumen-dokumen sejarah yang menceritakan tentang Aceh banyak juga tersimpan di Belanda dan Pemerintah Aceh bertekad untuk memperoleh berbagai manuskrip yang ada di negara tersebut untuk disimpan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Pihaknya optimistis dengan pengarsipan yang baik berbagai naskah kuno yang merupakan bukti perjalanan sejarah Aceh akan menjadi sebuah bahan pelajaran yang tak pernah hilang dan akan dikenal oleh seluruh generasi.

"Mari kita bersama-sama melestarikan sejarah, mencintai dunia tulis menulis dan peduli dengan sistem kearsipan dalam upaya berperan menjaga eksistensi bangsa ini," kata Zaini.

Sementara itu, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Aceh Adnan A Majid mengatakan pihaknya akan terus berupaya menjaga dan merawat berbagai manuskrip yang tersimpan di lembaga tersebut dengan baik agar dapat terus dipelajari oleh semua komponen masyarakat.

"Kami juga terus meningkatkan pelayanan dan kemampuan sumber daya manusia agar mampu bekerja maksimal di masa mendatang," demikian Adnan.






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close