THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»Masyarakat Jawa harus Lestarikan Keraton


Masyarakat Jawa harus Lestarikan Keraton
Rabu, 30 Mei 2012 03:52 WIB

Jakarta - Anggota DPD RI dari Jawa Tengah, Poppy Dharsono mengatakan seluruh masyarakat Jawa harus menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Keraton. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Undang Undang Cagar Budaya bahwa yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab paling utama dalam pelestarian itu selain masyarakat pada umumnya juga keluarga dan kerabat, serta keturunan Keraton Surakarta.

"Sebetulnya yang harus diperhatikan secara khusus itu ya sesuai UU, Keraton seharusnya sudah dimiliki oleh pemerintah tapi pengelolaannya itu dipercayakan kepada keturunan Keraton untuk memelihara dan melestarikan sesuai tanggung jawab moral guna meningkatkan peran sosial budaya Keraton dalam pembangunan bangsa dan negara dalam bingkai NKRI" ujar Poppy, Selasa, (29/5/2012).

Poppy menjelaskan, pemerintah beserta seluruh lapisan masyarakat sudah saatnya memberikan perhatian mengenai keberadaan Keraton yang seharusnya menjadi central kebudayaan Jawa, saat ini sepertinya dinilai terlihat kumuh, kotor karena tidak dikelola dengan baik. "Berbeda dengan masa sinuwun PB XII dan PB sebelumnya, pada masa itu tampak kelihatan lebih terpelihara karena banyak orang yang merasa memiliki dan mereka menyumbang. Nah, sekarang kami merasa itu dikelola hanya milik bersaudara, kelompoknya Wira Bumi cs saja," terangnya.

Menurutnya, sebagai anggota DPD dari Jawa Tengah, Poppy menghimbau pemerintah agar aset bangunan sejarah harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat setempat. "Amat disayangkan selain Borobudur, Prambanan, dan lain-lain merupakan aset yang sangat penting sekali bila tidak mendapat perhatian dari pemerintah, dan secara ekonomi bisa menjadi devisa juga untuk pemerintah daerah bila dijadikan sebagai tempat wisata sejarah," kata Poppy.

Misalnya, lanjut Poppy, di Bali memiliki sejarah kebudayaan Indonesia yang sama bisa memanfaatkan aset sejarahnya untuk dikelola menjadi devisa daerahnya. "Kalau ini kita tidak dijaga sebagai benteng terakhir kebudayaan Jawa, maka kita menjadi bangsa yang tidak memiliki jati diri. Artinya, kita akan gampang dimusnahkan dengan implikasi masuknya kebudayaan dari luar," imbuhnya kembali.

Oleh karena itu, salah satu solusinya yakni bangunan Keraton Solo perlu dibuka untuk umum sehingga diarahkan menjadi salah satu bagian dari pusat kebudayaan di Jawa Tengah. "Di sisi lain, Keraton menjadi bagian pusat kebudayaan yang bukan dimiliki oleh orang Keraton saja, tetapi Keraton juga punya rakyat sehingga rakyat menjadi berkat," tandasnya. [003-inilah.com]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close