
Fatin - Mikha Berduet Bikin Fans X-Factor Sirik
Duet Fatin-Mikha Siap Bawakan Lagu 'Good Time'Banda Aceh – Potensi-potensi konflik horizontal dan vertikal pasca penandatanganan MoU Helsinki masih terasa. Di Aceh sendiri, kesenjangan sosial antar masyarakat sanga tinggi. hal itu dipicu oleh terbatasnya lapangan kerja. Di luar Aceh, ditengarai masih ada oknum-oknum yang menyuarakan kemerdekaan lantaran ketidakpuasannya terhadap GAM dan RI.
Demikian hal itu diutarakan Koordinator Aksi ‘Saleum Damee Ureung Seni Aceh’, Rasyidin kepada wartawan Rabu (15/8).
Masih menurutnya, kondisi ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Pemerintah Aceh harus bekerja ekstra untuk menutup kran-kran konflik masa lalu. Persoalan pemenuhan lapangan pekerjaan, penguatan kualitas reintegrasi, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan beberapa hal mendasar lainnya perlu dipicu agar perdamaian Aceh bisa berkelanjutan.
“Tapi ini bukan tugas pemerintah saja. Jangan mengaku warga intelektual jika hanya bisa mengkritik tanpa usaha nyata untuk menyokong pematangan perdamaian,” tukas Rasyidin yang tak lain berprofesi sebagai pelukis ini.
Tentu saja ragam latar belakang, beda pula metoda aktualisasinya. Bagi pelaku seni, momentum MoU Helsinki ibarat sebuah kanvas yang semestinya perlu diwarnai dengan berbagai warna dan visualisasi. Hal itulah yang sedang digarap para pelaku seni Aceh, sambung Rasyidin. Mereka sedang menyajikan pengungkapan realitas situasi kesenian di Aceh, dengan mewujudkan panggung ekspresi kreasi jalanan untuk mengenang tujuh tahun peringatan MoU Helsinki.
Melalui ekspresi seni ini pihaknya,”Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendamaikan diri kita kembali,” ajaknya.
“Mari kita mulai mengembalikan fitrah kita sebagai orang Aceh yang dapat menerima dan menghargai masukan, pendapat serta gagasan yang dapat membantu terjadinya proses pembangunan Aceh secara menyeluruh,” serunya kembali.
Ekspresi seni ini sendiri akan digelar di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh malam ini, sekira pukul 22.00 WIB. Pihaknya akan memestaskan Aceh dalam kesenirupaan, teater, tari, musik, dan produk seni terapan lainnya. “Persiapan lapangannya sudah kita mulai nanti jam 15.00 WIB. Puncaknya setelah tarawih,” tutupnya mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi. [005-R]
