THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»KPI: Nonton Televisi Cukup 2 Jam Sehari


KPI: Nonton Televisi Cukup 2 Jam Sehari
Sabtu, 26 Mei 2012 22:00 WIB

Surabaya-Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Jawa Timur Fajar Arifianto mengajak masyarakat menonton televisi seperlunya, dan mematikan televisi selebihnya. "Nonton televisi itu sebaiknya hanya dua jam dalam sehari. Saya kira itu sudah cukup, dan menonton TV itu seperlunya saja. Tak perlu berlebihan," kata Fajar ketika dihubungi di Malang, Sabtu (26/5).

Sebab, kata dia, menonton TV berlebihan tak baik bagi anak-anak maupun orang dewasa, bahkan bagi kesehatan. Apalagi tayangan yang tak mendidik bagi anak-anak. "Oleh karena itu, tontonlah televisi seperlunya saja," katanya.

Menurut dia, tayangan televisi saat ini sudah menuju arah perbaikan. Artinya, beberapa stasiun televisi nasional sudah tidak banyak mengeksploitasi tayangan vulgar, hedonisme, kekerasan maupun pornografi.

Hanya, kata dia, masyarakat tak pernah menyadari jika tayangan televisi saat ini sudah banyak yang lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun masih ada beberapa stasiun televisi yang menayangkan sinetron, lebih baik dihindari.

Sebenarnya, menurut Fajar, kuncinya ada di masyarakat sendiri. Kalau tidak suka dengan tayangan tertentu karena berpengaruh buruk terhadap pendidikan anak-anak, lebih baik "channel"-nya diganti atau dimatikan.

Kalaupun masih ingin menonton, kata dia, sebaiknya anak-anak didampingi dan diarahkan pada tayangan-tayangan yang masih memiliki unsur pendidikan, termausk budi pekerti dan sikap sopan santun pada orang yang lebih tua.

Ia mengakui dalam beberapa tahun terakhir memang banyak keluhan dan pengaduan dari masyarakat terkait tayangan televisi yang sama sekali tidak memberikan ruang untuk unsur pendidikan.

Sejak 2010, kata dia, pengaduan dari masyarakat akibat tayangan televisi sebanyak 1.345 kasus, dan yang sudah diputus (diberi sanksi) sebanyak 35 kasus.

"Kami berharap tayangan televisi ke depan akan semakin membaik, dan masyarakat sendiri juga bisa mengarahkan anak-anaknya untuk menonton tayangan yang tepat guna meminimalkan dampak negatif dari tayangan televisi," katanya. [003-metrotvnews.com]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close