THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Seni dan Budaya»Dijadikan Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu Terdegradasi


Dijadikan Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu Terdegradasi
Rabu, 04 Juli 2012 14:47 WIB

Banda Aceh-Pakar Bahasa Melayu Yusmar Yusuf mengatakan bahasa Melayu yang menjadi akar dari bahasa Indonesia semakin mengalami degradasi karena banyak katasudah berubah dari makna awalnya.

"Sebagai bahasa yang dituturkan oleh banyak manusia, mau tak mau, dia akan mengalami 'pengeroyokan' oleh penutur bahasa kedua dalam jumlah yang ramai," kata Guru Besar Kajian Masyarakat Melayu Universitas Riau itu, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (4/7).

Fakta ini sebagaimana Bahasa Inggris yang ditutur oleh orang di Hong Kong, Malaysia dan lain-lain, yang mengalami degradasi makna dan struktur.

Yusmar memberi contoh, kata 'alih-alih', dalam bahasa Melayu berarti 'tak disangka-sangka',  hari ini sudah berubah makna dalam bahasa Indonesia, dan bahkan orang Melayu sendiri jadi tak mengerti apa arti kata 'alih-alih' itu.

"Demikian pula, orang Melayu menjadi bingung, ketika kata 'seronok' dikeroyok menjadi wakil dari erotisme dan sensualitas. Padahal artinya, amat positif, yakni menyenangkan, enak, sedap, dan lezat," kata budayawan Riau itu.

bahasa Melayu, diakuinya, justru amat berkembang ketika dituturkan 250 juta manusia Indonesia karena bahasa ini menjadi bahasa yang progresif. Namun, dampaknya, bahasa Melayu menjadi kehilangan 'rasa' dan makin menuju pada kedangkalan bahasa, terutama dalam knowldege content.

Bahasa Melayu sebagaimana bahasa Inggris, Jawa, dan bahasa lainnya, awalnya adalah bahasa ekspresif.

"Namun, setelah diadopsi sebagai bahasa Indonesia, dia berubah hanya sebagai bahasa deskriptif yang berfungsi untuk menjelaskan," ujar Yusmar. "Dia menjadi kering. Mereka yang merasa kekeringan itu adalah penutur Bahasa Melayu yang asli, yang memakai Bahasa Melayu sebagai bahasa ibu seperti  di Riau, pantai timur Sumatera atau pantai barat Kalimantan."

Menurut dia, semestinya ada sistem 'rujuk' yang diterapkan dalam bahasa Indonesia, yakni ketika ada upaya penambahan 'lema' atau 'entry' kata, sejalan dengan perkembangan dunia, hendaklah dirujuk dulu ke bahasa Melayu.

"Jika tidak ada, baru diambil dari bahasa lokal nusantara lainnya, setelah itu diambil dari Bahasa Arab. Jika tidak ada dalam semua bahasa tadi, baru dia diadopsi dari bahasa lain seperti Inggris. Hendaklah Indonesia bersetia memelihara keaslian arti dan makna," tuturnya. [003-antara]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close