Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Zakaria Saman Calonkan Diri Sebagai Gubernur Aceh Karena Hal ini


Zakaria Saman Calonkan Diri Sebagai Gubernur Aceh Karena Hal ini
Muhajir Juli I The Globe Journal
Selasa, 04 Agustus 2015 08:18 WIB

 

Banda Aceh- Zakaria Saman, Tuha Peut Partai Aceh, yang juga mantan Menteri Pertahanan GAM, positif menyalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2017. Dia mengaku sudah cukup lama bersabar melihat Aceh diperlakukan semena-mena oleh rekan sejawatnya.

Dalam diskusi yang berlangsung di kantor KNPI Aceh, Senin malam (4/8/2015) Zakaria Saman menyampaikan bahwa dia punya program yang bagus untuk rakyat Aceh. Akan tetapi hal itu baru bisa diwujudkannya, bila dia punya kewenangan untuk mengatur daerah.

Dalam rencananya, dia ingin setiap generasi Aceh berdaulat atas lahan. Untuk itu dia punya mimpi agar setiap anak Aceh punya –minimal- satu hektar tanah. Dia bahkan sangat alergi dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit yang justru memiskinkan rakyat serta mencerabut mereka dari lingkungannya.

“Rakyat Aceh harus berdaulat atas lahan. Ini program saya. Juga sudah saya sampaikan kepada kolega saya yang memimpin saat ini. Namun tidak didengar. Saya kecewa. Sudah sembilan tahun saya bersabar,” katanya.

Dia juga mengatakan Aceh tidak pernah bisa diseragamkan. Pembangunan antara Tangse dan Sabang tidak boleh disamakan. Karena tiap daerah memiliki karakter yang berbeda. Pembangunan baru akan berjalan bila pemerintah mampu mengelola potensi yang ada di suatu wilayah.

Dia juga mengatakan, kalau nantinya terpilih bagi gubernur, pendopo akan tertutup untuk umum. Tempat peristirahatan Gubernur jenderal Belanda di masa lalu tersebut, hanya akan dibuka untuk kepala dinas, DPR, tamu asing.

Sedangkan rakyat Aceh dipersilahkan untuk datang ke kantor Gubernur. Di sana, dia akan melayani rakyat. sebab kantor gubernur adalah kantornya rakyat.

Tidak Memprioritaskan Eks Kombatan

Hal lainnya yang disampaikan dihadapan perwakilan pemuda, Apa Karia (demikian dia lazim dipanggil-red) dalam membangun Aceh tidak membedakan antara si A dan si B. Termasuk eks kombatan.

“Semua sama saja. Eks kombatan dan rakyat, punya hak yang sama. Saya tidak akan membeda-bedakan mereka,” ijarnya.

Dia juga mengatakan, bila dalam skenario politik Partai Aceh terjadi perubahan dan dirinya diminta naik via partai tersebut, dengan nada keras zakaria Saman menyatakan tidak akan mau.

“PA itu saya yang beri nama ketika terjadi deadlock di Jakarta. JK tahu itu. bilapun terjadi perubahan dan tiba-tiba saya diminta maju via Partai Aceh, saya tidak akan mau,” imbuhnya.[]

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close