Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Unjuk Rasa ke DPRA, Mahasiswa Aceh Tolak RUU Kamnas


Unjuk Rasa ke DPRA, Mahasiswa Aceh Tolak RUU Kamnas
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Kamis, 11 April 2013 13:23 WIB

Banda Aceh - Puluhan mahasiswa Aceh yang bergabung dalam Jaringan Mahasiswa Kota (JMK) Banda Aceh, Kamis (11/4/2013) menggelar aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Dalam aksi tersebut JMK mendesak DPR Aceh untuk ikut bicara menyangkut dengan Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU-KAMNAS) yang dinilai telah mengkhianati semangat reformasi di Indonesia.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap), Mulia Riski Nanda menyebutkan RUU KAMNAS ini bentuk dari pengekangan hak menyampaikan aspirasi rakyat. 

"RUU KAMNAS itu menurut penilaian kami adalah bentuk penjajahan sistemik  terhadap rakyat," kata Koordinator Aksi, Mulia Riski Nanda.

Ironisnya, kata Mulia, RUU KAMNAS ini juga disinyalir akan mengembalikan sistem politik era Orde Baru (Orba). Dimana masa Orba setiap ada yang mengkritik  akan dianggap sebagai pembangkang yang harus ditangkap dan dihukum.

"Kita melihat ini mengarah bangkitnya kembali Orba, dimana pemerintah itu anti-kritik," tukasnya.

Dia juga menamabahkan, RUU KAMNAS juga merupakan senjata yang paling ampuh untuk meminimalisir arus kritikan dari rakyat ketika ada arah kebijakan yang tidak pro-rakyat. Tentunya ini sudah jauh dari semangat reformasi menyangkut dengan keterbukaan ruang publik dalam menyampaikan aspirasinya.

RUU KAMNAS juga sangat erat kaitannya untuk mengamankan kepentingan modal asing di Indonesia.  “Kita curiga RUU KAMNAS ini untuk mengamankan modal asing di Indonesia agar tidak ada yang mengkritik,” tambahnya.

Sementara itu, ketua DPR Aceh, Hasbi Abdullah mengatakan dihadapan perwakilan peserta aksi akan menerima dan membahas aspirasi yang disampaikan tersebut. Mengingat semua anggota dewan lain lagi sibuk, terutama Komisi A sedang melakukan fit and proper tes anggota KIP Aceh baru, maka ia sendiri yang menerima.

“Baik saya menerima aspirasi anda semua, mari sama-sama nantinya kita perjuangkan aspirasi tersebut,” ungkap ketua DPR Aceh, Hasbi Abdullah menanggapi aspirasi dari peserta aksi yang tergabung dalam JMK tersebut.

Aksi tersebut yang mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian berlangsung tertib. Meskipun ada sedikit saling dorong pintu pagar gedung DPR Aceh, namun pihak kepolisian mampu meredam emosi peserta aksi.

Setelah melakukan negosiasi dengan peserta aksi, pihak kepolisian dan utusan dari DPR Aceh mendapat kesepakatan untuk bisa bertemu langsung dengan ketua DPR Aceh, Hasbi Abdullah dalam ruang kerjanya. Akan tetapi pihak DPR Aceh meminta 10 orang perwakilan untuk bisa menyampaikan secara langsung di hadapan Hasbi Abdullah.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close