
Tim Penyelamat Lihat Enam Pekerja Freeport di Bawah ReruntuhanBanda Aceh – Koordinator Divisi Hubungan Antar Lembaga Timses Irwandi-Muhyan pada Pemilukada Aceh 2012, Thamren Ananda mengatakan setelah KIP Aceh menetapkan hasil dalam Pemilukada Aceh, Selasa (17/4) maka tiga hari kemudian kami akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta. Kami menolak hasil Pemilukada yang tidak fair dan penuh dengan kekerasan dan intimidasi.
Hal tersebut dikatakan oleh Thamren Ananda saat menggelar konperensi pers di Seuramoe Irwandi-Muhyan, Lamprit, Senin (16/4) sore tadi. Menurutnya Timses Irwandi-Muhyan akan melakukan gugatan karena Pemilukada Aceh tidak berjalan baik dan banyak kekerasan.
"Tapi kalaupun kami menuntut bukan karena kekalahan tapi karena prosesnya yang tidak fair. Saya yakin secara faktual hukum MK akan mengambulkan gugatan kami, tapi saya tidak tahu kalau sudah politik, apalagi beberapa kali putusan MK menjelang Pemilukada Aceh diluar kebiasaan hukum," ujar Thamren Ananda.
“Kemenangan Irwandi bukanlah segala-galanya, ini merupakan pembelajaran demokrasi. Kami pun tidak ada melanjutkan gugatan jika dikemudian hari gugatan kami itu menimbulkan huru-hara bagi masyarakat Aceh,” kata Thamren sembari mengatakan lanjut atau tidak gugatan ke MK sangat tergantung pada situasi di Aceh.
Ia menambahkan pihaknya akan menggugat Partai Aceh yang banyak melakukan kekerasan. “Bukan hasilnya yang digugat, tapi prosesnya Pemilukada nya yang digugat. Apalagi tim pemantau luar negeri Anfrel dan Komnas HAM juga menemukan banyak kasus intimidasi dalam Pemilukada Aceh 9 April 2012,” kata Thamren.
Timses Irwandi-Muhyan juga sudah berulang kali melaporkan kekerasan dan intimidasi kepada Panwas dan pihak Kepolisian tapi tidak ada respon. “Pembacokan di Aceh Selatan belum ditangkap, Pemukulan Imam Masjid di Nagan Raya belum ditangkap, pengrusakan mobil juga belum ditangkap, padahal jelas korban dan saksinya,” terang politisi Partai Rakyat Aceh (PRA) ini.
Proses Pemilukada Aceh sejak Partai Aceh belum mendaftar, paska pendaftaran, penetapan kandidat, masa kampanye, minggu tenang, hari H dan paska hari H telah terjadi kekerasan, intimidasi yang terstruktur yang dilakukan oleh Timses Partai Aceh.
Kekerasan dan intimadasi tersebut telah mempengaruhi hasil Pemilukada dan telah membuat masyarakat tidak memberikan pilihan sesuai dengan hati nuraninya, hal ini dilakukan oleh masyarakat Aceh lebih menyelematkan diri dari ancaman.
“Banyaknya kekerasan telah membuat masyarakat Aceh mengubah pilihannya untuk menghindari rasa takut, karena setiap ancaman yang dilakukan dianggap nyata oleh masyarakat ,” demikian Thamren Ananda dalam pernyataannya atas nama Seuramoe Pusat Irwandi-Muhyan.
[001]
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel