
Rivalitas Duo Jerman
Ini Baju Tahanan KPK Yang Baru
Hadapi Final, Pelatih Munchen Santai
Fatin Nggak Nyangka Bisa Menang
Gereja Terbesar Kanada Boikot Produk IsraelBanda Aceh-Pemukulan Irwandi Yusuf usai menghadiri pelantikan gubernur Aceh sangat disesali. Pemukulan ini menunjukan Satgas PA tidak menghormati seremonial yang penting bagi pemimpinnya sendiri paska pelantikan selesai di lantik menjadi gubernur dan wakil gubernur yang baru 2012-2017.
Perilaku pemukulan ini pun menunjukan masih kuatnya tindakan premanisme yang seharusnmya sudah dihilangkan.
“Tindakan pemukulan Satgas PA sebuah tindakan yang sifatnya reaksioner dan situasional. Sehingga menunjukan kejadian ini lebih disebabkan rasa dendam yang masih menguat. Sudah seharusnya dihilangkan dalam membangun aceh baru dengan pemimpin baru,” sebut Aryos Nivada Pengamat Politik dan Keamanan kepada The Globe Journal, Selasa (26/6).
Aryos menambahkan, tidak menutup kemungkinan ini bentuk kelemahan dari pemimpin mengontrol anak buahnya. Jangan sampai masyarakat menilai Satgas PA kurang menghargai pemimpin yang sudah berkontribusi bagi Aceh pada masanya. Kalau mau fear justru yang seharusnya sakit hati adalah Irwandi Yusuf karena telah dilengserkan dari orang nomor satu di Aceh pasca pemilukada 2012.
“Ini sebaliknya Satgas PA yang mengamankan pelantikan Zikir sakit hati kepada Irwandi Yusuf,” katanya.
Untuk itu, mahasiswa Pascasarjana FISIP UGM mengingatkan sekecil apa pun dampak dari perilaku pemukulan jangan sampai merusak nilai-nilai demokrasi yang sudah berkembang di Aceh. Ketika tidak bisa dikelola dan dikendalikan maka berdampak kepada ruang berekspresi tindakan dan pikiran tidak bisa dihargai lagi pada lima tahun ke depannya. [003]
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat