THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Pemerintah Cina Larang Muslim Berpuasa di Xinjiang


Pemerintah Cina Larang Muslim Berpuasa di Xinjiang
Minggu, 05 Agustus 2012 04:04 WIB

Xinjiang - Pemerintah Cina melarang Muslim berpuasa selama bulan Ramadhan. Kebijakan larangan berpuasa itu ditujukan kepada penduduk Muslim di wilayah barat laut, yaitu Xinjiang, di mana larangan berpuasa selama bulan suci Ramadhan itu diberlakukan, ungkap surat kabar The National, Kamis.

Pemerintah pusat Cina memberlakukan kebijakan larangan berpuasa itu, bertujuan menekan ekstrimisme Islam, ujar tokoh Partai Komunis Cina, yang diposting kepada  berbagai situs web pemerintah tentang larangan kegiatan puasa di bulan Ramadhan oleh Muslim, serta termasuk larangan mengunjungi masjid, ungkap surat kabar The National yang berbasis di UEA. 

Menurut Al-Arabiya, pejabat pemerintah yang beragama Islam dan siswa yang berumur dibawah 18 tahun dilarang berpuasa di Xinjiang.

Pemerintah pusat Cina juga meminta pejabat di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur untuk mencegah penduduk Muslim setempat  berpuasa, karena akan berdampak terhadap kondisi kesehatan, tambah pejabat Cina itu. 

Larangan itu telah menyebabkan kelompok hak asasi di pengasingan memperingatkan kemungkinan akan terjadinya kekerasan baru. Kongres Uighur Dunia memperingatkan bahwa kebijakan tersebut akan memaksa "Orang-orang Uighur  melakukan perlawanan terhadap kekuasaan pemerintah China lebih keras," menurut The National.

"Dengan melarang puasa pada bulan Ramadhan, pemerintah Cina menggunakan struktur kekuasaan yang dimilikinya, pemerintah Cina memaksa  Muslim Uighur  makan di siang hari sebagai upaya agar mereka buka puasa," kata Dilshat Rexit, juru bicara kelompok Muslim Uighur.

Sebuah pernyataan yang juga dirilis dari Zongland sebuah kota Xinjiang di distrik Kashgar mengatakan "Pejabat di kabupaten itu  mengeluarkan kebijakan komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama periode Ramadhan", ungkapnya.

Pernyataan, yang diposting di situs web pemerintah Xinjiang, kemudian pemimpin partai diinstruksikan membawa "hadiah" makanan untuk para pemimpin lokal, dan menyatakan mereka makan selama bulan Ramadhan. Kita juga pernyataan diposting dengan biro pendidikan Wensu countymenyarankan juga memastikan bahwa siswa makan di siang hari,  dan tidak ada yang masuk masjid selama bulan suci 30 hari.

Ada sekitar sembilan juta orang Uighur, yang berbahasa Turki yang merupakan  etnis mayoritas Muslim di wilayah Xinjiang. Mereka menghadapi tindakan yang sangat keras dari pamerintah Cina, diusir, ditahan, dan sebagian dibunuh, dan diusir, akibat mereka beragama Islam.

Pada bulan Juli 2009,di Xinjiang terjadi kekerasan yang hebat, akibat tindakan pemerintah pusat Cina, yang terus-menerus menghancurkan Muslim di Uighur, yang tidak mau tunduk atas kebijakan pemerintah Cina yang sangat bengis terhadap mereka.

Tidak ada pilihan yang mereka lakukan kecuali mereka melakukan perlawanan terhadap militer pemerintah Cina, yang sangat brutal terhadap penduduk Muslim di Uighur. Kekerasan itu mengakibatkan sekitar 200 Muslim Uighur tewas.

[001-Al-Arabiya-TheNational-VOAIslam-TheGlobeJournal-AP Photo]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close