Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Mendagri Ingin Tangani Konflik Seperti Zaman Orde Baru


Mendagri Ingin Tangani Konflik Seperti Zaman Orde Baru
Rabu, 16 September 2015 22:16 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ingin penanganan konflik sosial seperti zaman Orde Baru. Yakni, sekecil apapun kejadian bisa terdeteksi dengan baik.

"Saya ingin zaman Orde Baru itu, gelas pecah di tingkat RT/RW langsung cepat Komandan Kodim memanggil seluruh pemangku kebijakan di kota/kabupaten hingga kecamatan," kata Tjahjo dalam arahannya di Rakornas tim terpadu penanganan konflik sosial di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Kata dia, saat zaman Orde Baru, aparat keamanan langsung menggelar rapat dengan seluruh pemangku kebijakan di daerah.

"Ini gelas siapa, siapa yang memecahkan, ada pihak ketiga atau tidak, motifnya apa, mengganggu Kamtibmas atau tidak, itu cepat terdeteksi‬ dengan baik," tutur mantan Sekjen PDIP ini.

Maka itu, dia berharap, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum bisa bersinergi dengan baik dengan intelijen Polri dan TNI di daerah serta Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda).

"Saya itu ingin bangun tidur bupati, wali kota, gubernur itu membaca telaahan dari Kesbangpol di daerah, ada juga masukan dari BIN atau Kabinda, dikombinasikan dengan baik," ucapnya.

SINDONEWS





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close