Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Malek Mahmud : Pindahkan Pemimpin Aceh Yang Tidak Bertanggung Jawab


Malek Mahmud : Pindahkan Pemimpin Aceh Yang Tidak Bertanggung Jawab
Firman Hidayat | The Globe Journal
Kamis, 02 Juni 2011 00:00 WIB

Banda Aceh — Peringatan satu tahun wafatnya Wali Nanggroe, Muhammad Hasan Di Tiro di Makam Pahlawan Aceh Desa Meureue, Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar, Kamis (2/6) berlangsung hikmat. Ribuan masyarakat dari penjuru Aceh berdatangan memadati kuburan para Pahlawan Aceh itu. Hadir dalam acara itu mantan-mantan petinggi GAM seperti Malek Mahmud, Zaini Abdullah, Muzakkir Manaf, Hasbi Abdullah dan tokoh-tokoh GAM lainnya.

Diakhir pernyataan Malek Mahmud dalam sambutannya pada acara itu mengajak masyarakat agar memindahkan para pemimpin Aceh yang tidak bertanggung jawab dalam mengorek hasil alam di Aceh. “Saya akan periksa sendiri bagaimana kesepakatan masalah tambang itu dibuat dengan masyarakat,"tegas Malek.

Menurut Malek, banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana kesepakatan hasil tambang itu dibuat. Konon lagi banyak aturan yang disembunyikan. “Ini tanggung jawab kita semua dan bagi pemimpin yang tidak bertangung jawab kita pindahkan saja,"tegas Malek lagi yang disambut tepuk tangan oleh ribuan pengunjung.

Harta kekayaan bumi Aceh ini termasuk hutan harus dijaga dan dilestarikan serta dipelihara yang bagus supaya dapat dinikmati oleh anak cucu di masa yang akan datang. “Seperti yang saya lihat di Lhoong, Aceh Besar tempat diambilnya tambang bijih besi itu,"tukasnya.

Kata Malek, berapa banyak kerugian yang harus di hitung, padahal orang Aceh belum menyentuh sedikitpun harta tersebut. Sehingga dengan cepat bisa jadi milik orang lain secara murah atas izin orang Aceh kita sendiri.

Masyarakat tidak tahu bagaimana kesepakatan tambang itu dibuat. “Sehingga saya akan periksa sendiri bagaimana itu dibuat,"tegas Malek Mahmud. Dikatakannya seperti di Lhoong, Abdya dan Aceh Selatan yang pernah bermasalah dengan orang gampong. “Saya khawatir jika pohon di tebang, bumi di korek maka air sumur yang diminum oleh rakyat menjadi kering,"kata Malek. Akibatnya masyarakat tidak bisa mendapatkan lagi air bersih karena semuanya sudah kering.

Sementara itu mantan petinggi GAM Kabupaten Aceh Jaya, K. Nasronsyah kepada The Globe Journal saat hadir dalam acara itu di Makam Pahlawan Aceh, Desa Meureu mengaku sangat sependapat apa yang sudah disampaikan Malek Mahmud itu. Menurut Ketua MAA Aceh Jaya itu hasil bumi Aceh ini tidak boleh dikorek oleh orang lain apalagi banyak merugikan rakyat Aceh. Semuanya harus dikelola dan diatur oleh masyarakat karena harus orang Aceh sendiri yang bisa menikmati hartanya itu.

“Ada koridor-koridor tertentu, karena yang lebih paham itu orang Aceh dan yang tanggung resikonya juga orang Aceh itu sendiri,"kata Nasronsyah yang mengaku sangat setuju kita pindahkan pemimpin yang tidak bertanggung jawab di Aceh ini.

 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close